Berita Terbaru

Hasil Berita

Digigit Kucing, Berujung Maut? Kasus Suspek Rabies di Bali Jadi Alarm Serius

narasiNTB, Bali – Banyak orang menganggap gigitan atau cakaran kucing sebagai hal biasa. Namun, kasus yang terjadi di Bali ini menjadi pengingat bahwa satu luka kecil bisa berujung pada konsekuensi yang sangat besar jika diabaikan.

Seorang perempuan berinisial NKS (38), warga Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, meninggal dunia setelah didiagnosis sebagai suspek rabies. Sebelum meninggal, korban sempat menjalani perawatan di RSU Negara dengan gejala yang mengarah kuat pada infeksi rabies.

Menurut keterangan tim medis, korban datang ke IGD dengan kondisi mengalami takut air (hidrofobia), sensitif terhadap hembusan angin (aerofobia), serta sesak napas. Gejala-gejala tersebut merupakan tanda khas yang sering ditemukan pada penderita rabies stadium lanjut.

Yang mengejutkan, berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui pernah digigit kucing sekitar satu bulan sebelumnya, namun luka tersebut tidak mendapatkan penanganan medis dan korban tidak menerima vaksin antirabies.

Meski telah mendapat perawatan intensif, kondisi korban terus memburuk hingga akhirnya meninggal dunia.

Kucing Juga Bisa Menularkan Rabies

Banyak masyarakat lebih waspada terhadap anjing dibanding kucing. Padahal, menurut Dosen Fakultas Kedokteran Hewan UGM, Dr. drh. Slamet Raharjo, kucing juga termasuk Hewan Pembawa Rabies (HPR) yang dapat menularkan virus kepada manusia maupun hewan lain.

"Kucing memang cenderung menunjukkan gejala yang lebih tenang dibandingkan anjing. Namun, tetap bisa menjadi sumber penularan rabies melalui gigitan, cakaran, maupun air liur," jelasnya.

Kenali Tanda-Tanda Kucing yang Diduga Terinfeksi Rabies

Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain:

▪ Gelisah dan tidak tenang
▪ Perubahan perilaku menjadi agresif
▪ Sering menggigit benda di sekitarnya
▪ Tampak lebih haus dari biasanya
▪ Sering bersembunyi atau menyendiri
▪ Lemas dan kehilangan nafsu aktivitas
▪ Sensitif terhadap cahaya
▪ Takut air (hidrofobia)
▪ Tidak mengenali pemiliknya
▪ Gangguan saraf
▪ Rahang terkunci (lock jaw)
▪ Sulit berdiri atau berjalan

Jangan Tunggu Gejala Muncul

Yang perlu diketahui, rabies merupakan salah satu penyakit dengan tingkat kematian hampir 100 persen setelah gejala klinis muncul.

Karena itu, siapa pun yang tergigit atau dicakar hewan yang dicurigai membawa rabies harus segera:

✅ Mencuci luka menggunakan sabun dan air mengalir selama minimal 15 menit.
✅ Segera mendatangi fasilitas kesehatan.
✅ Mendapatkan vaksin anti rabies (VAR) atau serum anti rabies (SAR) sesuai indikasi medis.

Alarm yang Tidak Boleh Diabaikan

Kasus ini menjadi pengingat bahwa rabies bukan hanya ancaman dari anjing liar. Kucing yang tampak jinak sekalipun bisa menjadi sumber penularan apabila terinfeksi.

Satu gigitan mungkin terlihat sepele hari ini. Namun ketika gejala rabies muncul, sering kali semuanya sudah terlambat.

Karena dalam kasus rabies, yang paling berbahaya bukanlah luka gigitan itu sendiri, melainkan rasa aman palsu yang membuat banyak orang memilih untuk tidak memeriksakan diri.

Comments