Berita Terbaru

Hasil Berita

Korupsi di BGN Jadi Alarm Besar Program MBG, Pengamat Soroti Lemahnya Tata Kelola

narasintb, JAKARTA – Dugaan korupsi yang menyeret pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi sorotan publik dan memunculkan pertanyaan besar mengenai tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang selama ini digadang-gadang sebagai salah satu program prioritas nasional.

Guru Besar Manajemen dan Kebijakan Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (Fisipol UGM), Gabriel Lele, menilai kasus yang mencuat saat ini bukanlah persoalan yang muncul secara tiba-tiba. Menurutnya, dugaan korupsi tersebut merupakan puncak dari berbagai persoalan tata kelola yang telah berlangsung sejak awal pelaksanaan program.

Ia menjelaskan bahwa desain kelembagaan BGN yang cenderung sentralistis dan tertutup menjadi salah satu faktor yang membuka peluang terjadinya penyimpangan.

"Kalau sebuah program dianggap prioritas oleh presiden, karakter dasarnya adalah tertutup dan sentralistis. Hanya sedikit orang yang terlibat dan bertanggung jawab langsung kepada presiden," ujarnya seperti dikutip dari laman UGM, Selasa (9/6/2026).

Gabriel menyoroti minimnya sistem pengawasan dan akuntabilitas yang efektif dalam pelaksanaan program MBG. Menurutnya, pengawasan dari lembaga seperti BPK maupun BPKP selama ini lebih bersifat reaktif setelah masalah muncul, bukan mencegah penyimpangan sejak awal.

Padahal, program dengan anggaran besar dan cakupan nasional membutuhkan sistem kontrol yang kuat untuk meminimalkan potensi penyalahgunaan wewenang, pemborosan anggaran, maupun praktik korupsi.

"Godaan untuk mengambil keuntungan pribadi dalam program besar selalu ada. Itu hanya bisa diminimalkan dengan sistem kontrol dan akuntabilitas yang memadai," katanya.

Selain pengawasan internal, Gabriel juga menilai kontrol publik terhadap pelaksanaan MBG belum berjalan optimal. Berbagai kritik yang muncul terkait kasus keracunan makanan, dugaan pemborosan anggaran, hingga kualitas layanan di lapangan dinilai tidak mendapat respons yang memadai.

Menurutnya, sebagian besar kritik justru datang dari pihak yang mendukung tujuan program MBG, namun menginginkan pelaksanaannya berjalan lebih baik dan transparan.

Faktor politik juga disebut turut memengaruhi lambatnya respons terhadap berbagai persoalan yang muncul. Gabriel menilai MBG memiliki nilai strategis sebagai investasi politik jangka panjang sehingga pemerintah cenderung mempertahankan program tersebut meskipun sejumlah masalah telah teridentifikasi.

Selain itu, ia menilai penerapan program yang seragam di seluruh daerah berpotensi mengabaikan perbedaan kebutuhan, kapasitas, dan kondisi masing-masing wilayah.

"Risiko dari kebijakan yang dirumuskan secara nasional dan diterapkan sama di seluruh Indonesia adalah kurangnya sensitivitas terhadap konteks lokal," ujarnya.

Meski mengapresiasi langkah penegakan hukum terhadap pihak yang diduga terlibat korupsi, Gabriel mengingatkan bahwa pergantian figur semata tidak cukup jika akar persoalan tata kelola tidak dibenahi secara menyeluruh.

Sebagai langkah perbaikan, ia mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan penghentian sementara program MBG selama satu hingga dua bulan untuk melakukan evaluasi komprehensif yang melibatkan ahli independen dari bidang gizi, keuangan, dan tata kelola pemerintahan.

"Ini harus menjadi momentum untuk membenahi tata kelola secara menyeluruh agar masalah serupa tidak kembali terulang di masa mendatang," tutupnya.

Pertamax Melonjak 32 Persen, Publik Bertanya: Siapa yang Sebenarnya Menanggung Beban?

narasiNTB, JAKARTA – Di tengah nilai tukar rupiah yang masih tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS), masyarakat kembali dihadapkan pada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi. PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga Pertamax (RON 92) dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter mulai 10 Juni 2026.

Kenaikan sebesar Rp3.950 per liter atau sekitar 32 persen ini langsung menjadi sorotan publik karena terjadi saat daya beli masyarakat masih menghadapi berbagai tekanan ekonomi.

Selain Pertamax, Pertamax Green 95 juga mengalami kenaikan dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan penyesuaian harga dilakukan setelah evaluasi berkala sesuai formula yang telah ditetapkan pemerintah.

"Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (9/6/2026).

Menurut Pertamina, keputusan tersebut telah dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator dan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia serta harga pasar keekonomian.

Meski demikian, kenaikan tajam ini memunculkan kekhawatiran akan dampak lanjutan terhadap biaya transportasi, distribusi barang, hingga potensi kenaikan harga kebutuhan pokok.

Pasalnya, meskipun Pertamax merupakan BBM non-subsidi, penggunaannya cukup luas di kalangan masyarakat perkotaan, pelaku usaha, hingga sektor transportasi tertentu.

Di tengah kondisi rupiah yang sempat menembus level Rp18.000 per dolar AS, kenaikan harga BBM dinilai berpotensi menambah tekanan terhadap pengeluaran rumah tangga.

Sementara itu, Pertamina memastikan produk BBM lainnya tidak mengalami perubahan harga. Pertamax Turbo tetap dijual Rp20.750 per liter, Dexlite Rp23.000 per liter, dan Pertamina Dex Rp24.800 per liter.

Untuk BBM bersubsidi, harga Pertalite masih bertahan di Rp10.000 per liter dan Biosolar tetap Rp6.800 per liter.

Pertamina juga memastikan pasokan BBM tetap aman dan tersedia di seluruh jaringan SPBU di Indonesia.

Namun di tengah kenaikan harga yang cukup signifikan, pertanyaan publik kini bukan lagi sekadar soal ketersediaan BBM, melainkan sejauh mana masyarakat mampu bertahan menghadapi biaya hidup yang terus meningkat.

Jika pelemahan rupiah, kenaikan harga BBM, dan tekanan ekonomi berlangsung bersamaan, maka dampaknya bukan hanya dirasakan di SPBU, tetapi juga berpotensi menjalar ke berbagai sektor kehidupan masyarakat.

Lawan Kanker dengan Terapi Ciptaannya Sendiri, Ilmuwan Dunia Richard Scolyer Meninggal Dunia

narasiNTB, JAKARTA – Dunia kedokteran kembali berduka. Profesor Richard Scolyer, ilmuwan kanker asal Australia yang dikenal sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam penelitian melanoma, meninggal dunia pada usia 59 tahun setelah hampir tiga tahun berjuang melawan glioblastoma, salah satu kanker otak paling mematikan di dunia.

Namun, kepergiannya meninggalkan warisan yang jauh lebih besar dari sekadar deretan publikasi ilmiah. Di tengah vonis penyakit yang hampir mustahil disembuhkan, Scolyer memilih jalan yang tidak biasa. Ia menjadikan dirinya sendiri sebagai pasien pertama dalam terapi eksperimental yang berpotensi mengubah masa depan pengobatan kanker otak.

Kisahnya bermula pada 2023 ketika ia didiagnosis mengidap glioblastoma tipe IDH wild-type, jenis kanker otak agresif dengan rata-rata harapan hidup sekitar 12 bulan. Alih-alih hanya menjalani pengobatan standar, Scolyer memutuskan menerapkan pendekatan yang selama ini ia kembangkan dalam penelitian kanker kulit melanoma.

Bersama tim peneliti, ia menjalani kombinasi imunoterapi sebelum operasi pengangkatan tumor, metode yang saat itu belum pernah diterapkan pada pasien kanker otak. Selain itu, ia juga menerima vaksin kanker yang dirancang khusus berdasarkan karakteristik tumornya sendiri.

"Kanker ini tidak dapat disembuhkan? Saya tidak mau begitu saja menerimanya," ujar Scolyer dalam salah satu wawancara yang kini menjadi pengingat keberaniannya menghadapi penyakit tersebut.

Keputusan itu menjadikan dirinya sebagai "patient zero" atau pasien pertama dalam pendekatan medis yang kemudian menarik perhatian komunitas kesehatan dunia.

Meski tidak berhasil mengalahkan penyakitnya, terapi yang dijalani Scolyer menunjukkan hasil yang mengejutkan. Ia mampu bertahan hidup hampir tiga tahun setelah diagnosis, jauh melampaui rata-rata harapan hidup pasien glioblastoma.

Temuan dari terapi tersebut kemudian dipublikasikan dalam jurnal ilmiah internasional dan kini menjadi dasar berbagai uji klinis yang sedang berlangsung di Amerika Serikat. Harapannya, metode yang pertama kali diterapkan pada tubuh Scolyer dapat membuka peluang baru bagi ribuan pasien kanker otak di masa depan.

Sebelum didiagnosis kanker otak, nama Richard Scolyer sudah dikenal luas sebagai pelopor pengobatan melanoma. Bersama Profesor Georgina Long, ia berperan besar dalam pengembangan imunoterapi yang secara signifikan meningkatkan angka harapan hidup pasien melanoma stadium lanjut.

Atas kontribusinya tersebut, keduanya dianugerahi penghargaan Australian of the Year 2024, salah satu penghargaan sipil tertinggi di Australia.

Di tengah perjuangannya melawan kanker, Scolyer tetap aktif berbagi pengalaman kepada publik. Dalam surat terbuka yang dipublikasikan setelah kepergiannya, ia menyampaikan pesan yang kini menjadi warisan moral bagi dunia medis.

"Saya ingin terus berkontribusi, bahkan pada saat-saat tergelap dalam hidup saya," tulisnya.

Ia juga mengajak para ilmuwan untuk terus berani mencari terobosan baru dan tidak takut menembus batas-batas pengetahuan yang ada.

Keberanian Richard Scolyer mungkin tidak berhasil menyelamatkan dirinya sendiri. Namun, langkah yang diambilnya berpotensi menjadi titik terang bagi generasi pasien kanker otak berikutnya.

Pada akhirnya, warisan terbesar yang ia tinggalkan bukan hanya penelitian atau terapi baru, melainkan keberanian untuk mempertaruhkan hidupnya demi harapan hidup orang lain.

Vape Rasa Buah Tak Seaman yang Dibayangkan? Studi Temukan Perubahan pada Ribuan Gen

narasiNTB, JAKARTA – Vape rasa buah yang selama ini populer di kalangan anak muda kembali menjadi sorotan. Sebuah penelitian terbaru mengungkap temuan yang mengundang perhatian dunia kesehatan, yakni adanya perubahan aktivitas ribuan gen pada pengguna rokok elektronik, terutama mereka yang menggunakan vape berperisa buah.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Frontiers in Oncology menemukan bahwa pengguna vape mengalami perubahan aktivitas pada 3.124 gen dibandingkan kelompok yang tidak merokok maupun tidak menggunakan vape. Temuan ini menjadi perhatian karena sejumlah perubahan gen tersebut diketahui berkaitan dengan berbagai jalur biologis yang berhubungan dengan penyakit kronis.

Penelitian yang dilakukan tim dari Keck School of Medicine, Amerika Serikat, melibatkan 83 partisipan yang terdiri dari pengguna vape, perokok aktif, dan kelompok non-perokok. Para peneliti menganalisis aktivitas gen melalui sampel sel yang diambil dari bagian dalam pipi menggunakan teknologi RNA sequencing.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 67 persen perubahan aktivitas gen lebih banyak dipengaruhi oleh rasa vape dan jenis perangkat yang digunakan dibandingkan frekuensi pemakaian.

Menariknya, vape rasa buah seperti mangga dan semangka dikaitkan dengan sekitar 31 persen perubahan gen yang ditemukan dalam penelitian tersebut. Sementara penggunaan beberapa rasa sekaligus atau mixed flavor berhubungan dengan lebih dari 64 persen perubahan aktivitas gen.

Penulis senior penelitian, Ahmad Besaratinia, mengatakan masih diperlukan penelitian lanjutan untuk mengetahui faktor utama yang menyebabkan perubahan biologis tersebut.

"Satu pertanyaan besar masih tersisa, apa yang sebenarnya mendorong perubahan ini?" ujarnya.


Selain rasa, perangkat vape isi ulang (mods) juga ditemukan memiliki dampak yang lebih kuat terhadap perubahan regulasi gen dibanding jenis perangkat lainnya.

Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa hasil studi ini belum membuktikan vape secara langsung menyebabkan penyakit tertentu. Namun perubahan aktivitas gen yang ditemukan memiliki keterkaitan dengan jalur biologis yang sebelumnya dikaitkan dengan penyakit kanker, gangguan endokrin, penyakit saluran pencernaan, hingga gangguan neurologis.

Temuan ini menambah daftar panjang perdebatan mengenai keamanan rokok elektronik. Di satu sisi, vape masih dianggap memiliki risiko lebih rendah dibanding rokok konvensional dan kerap digunakan sebagai alat bantu berhenti merokok. Namun di sisi lain, penelitian terbaru menunjukkan bahwa produk tersebut tetap menyimpan potensi risiko kesehatan yang belum sepenuhnya dipahami.

Bagi masyarakat, khususnya generasi muda yang menganggap vape rasa buah sebagai alternatif yang lebih aman, penelitian ini menjadi pengingat bahwa aroma manis dan rasa segar belum tentu berarti bebas risiko bagi tubuh. Terlebih ketika dampaknya ternyata bisa terjadi hingga pada tingkat genetik.

Rupiah Terpuruk, Harga Emas Justru Turun: Peluang Investasi atau Alarm Ekonomi?

narasiNTB, Jakarta – Di saat nilai tukar rupiah tertekan hingga menembus level terlemah sepanjang sejarah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), harga emas justru bergerak ke arah yang tidak biasa. Dalam sepekan terakhir, harga logam mulia mengalami penurunan, memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat: apakah ini kesempatan emas untuk berinvestasi atau justru sinyal kewaspadaan terhadap kondisi ekonomi?

Data menunjukkan harga emas ukuran 1 gram turun dari Rp2.799.000 pada 1 Juni 2026 menjadi Rp2.738.000 pada 6 Juni 2026. Artinya, terjadi koreksi sebesar Rp61.000 per gram hanya dalam waktu satu pekan.

Penurunan juga terjadi pada harga buyback atau jual kembali yang terkoreksi lebih dalam, yakni dari Rp2.609.000 menjadi Rp2.531.000 per gram.

Ironisnya, tren tersebut terjadi ketika rupiah terus melemah hingga menyentuh Rp18.036 per dolar AS, level yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah nilai tukar Indonesia.

Ekonom Senior Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam mengelola keuangan di tengah ketidakpastian ekonomi saat ini.

Menurutnya, masyarakat perlu menghindari utang konsumtif dan lebih fokus memperkuat ketahanan finansial keluarga.

"Hindari berutang untuk konsumsi serta membeli barang bernilai besar dengan pinjaman," ujarnya.

Ia menilai pelemahan rupiah berpotensi memicu kenaikan biaya hidup, harga barang yang lebih mahal, cicilan kredit yang meningkat, hingga berkurangnya peluang kerja di sejumlah sektor.

Di sisi lain, Financial Planner Andi Nugroho melihat turunnya harga emas dapat menjadi peluang bagi masyarakat yang ingin mulai mengakumulasi aset investasi.

Namun, ia menegaskan bahwa emas bukan instrumen yang cocok untuk mencari keuntungan instan.

"Investasi emas idealnya untuk jangka menengah hingga panjang, minimal disimpan selama tiga tahun," jelasnya.

Menurut Andi, emas masih menjadi salah satu aset safe haven yang banyak diburu investor saat kondisi ekonomi global diliputi ketidakpastian. Karena itu, peluang harga emas kembali menguat di masa depan masih terbuka.

Meski demikian, ia mengingatkan masyarakat agar tidak tergesa-gesa membeli emas hanya karena harga sedang turun.

"Prioritas utama tetap menjaga arus kas dan memastikan kebutuhan pokok terpenuhi," katanya.

Fenomena rupiah yang melemah dan emas yang turun secara bersamaan menjadi gambaran bahwa kondisi ekonomi saat ini tidak bisa dibaca secara sederhana. Bagi sebagian orang, koreksi harga emas mungkin menjadi peluang investasi. Namun bagi banyak keluarga, pelemahan rupiah justru menjadi tantangan nyata yang berpotensi menekan daya beli dan stabilitas keuangan rumah tangga.

Di tengah situasi tersebut, satu hal yang menjadi kunci adalah kemampuan masyarakat mengelola keuangan secara lebih bijak, disiplin, dan terukur.

Garuda Terbang Lagi! Indonesia Kalahkan Mozambik, Ranking FIFA Naik ke Posisi 118

narasiNTB, Jakarta – Tren positif Timnas Indonesia berlanjut. Setelah membungkam Oman dengan skor telak 3-0, skuad Garuda kembali meraih kemenangan saat menghadapi Mozambik dalam laga FIFA Matchday bertajuk Garuda Championship Series 2026.

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (9/6/2026) malam WIB, Indonesia menang tipis 1-0 melalui gol tunggal Ole Romeny pada menit ke-11.

Gol tersebut lahir dari kerja sama apik lini depan. Ragnar Oratmangoen mengirim umpan terukur yang berhasil dimanfaatkan Ole Romeny setelah mengecoh penjaga gawang Mozambik dalam situasi satu lawan satu.

Kemenangan ini tidak hanya memperpanjang catatan positif Timnas Indonesia, tetapi juga berdampak langsung terhadap posisi Garuda di ranking dunia FIFA.

Berdasarkan live ranking FIFA, Indonesia memperoleh tambahan 5,69 poin sehingga total koleksi poin meningkat dari 1.151,45 menjadi 1.157,14 poin.

Tambahan poin tersebut membuat Indonesia kembali naik ke peringkat 118 dunia setelah sempat tergeser oleh Sierra Leone.

Sebelumnya, kemenangan meyakinkan 3-0 atas Oman yang berada di peringkat 79 dunia juga memberikan lonjakan poin signifikan bagi skuad asuhan Patrick Kluivert.

Meski belum mampu menembus posisi yang lebih tinggi dari ranking 118, kemenangan beruntun atas dua negara yang memiliki peringkat lebih baik menjadi sinyal positif bagi perkembangan sepak bola Indonesia.

Di sisi lain, kekalahan dari Indonesia membuat Mozambik harus menerima konsekuensi di ranking FIFA. Negara asal Afrika tersebut kehilangan 5,69 poin dan turun dua tingkat dari posisi 101 menjadi 103 dunia.

Hasil ini sekaligus memperkuat optimisme publik terhadap masa depan Timnas Indonesia yang terus menunjukkan peningkatan performa di level internasional.

Dua kemenangan beruntun dalam FIFA Matchday menjadi bukti bahwa Garuda kini bukan lagi sekadar pelengkap di pentas internasional, melainkan tim yang mulai diperhitungkan dan mampu memberi kejutan bagi negara-negara dengan peringkat lebih tinggi.

11 Jemaah Haji NTB Wafat di Tanah Suci, Lombok Timur dan Lombok Tengah Terbanyak

narasiNTB, Mataram – Kabar duka menyelimuti penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. Sebanyak 11 jemaah haji asal Nusa Tenggara Barat (NTB) dilaporkan meninggal dunia di Tanah Suci selama pelaksanaan rangkaian ibadah haji.

Data Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) NTB menunjukkan, Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Tengah menjadi daerah dengan jumlah jemaah wafat terbanyak, masing-masing tiga orang.

Kepala Kanwil Kemenhaj NTB, Lalu Muhamad Amin, mengatakan pihaknya akan melakukan kunjungan takziah kepada keluarga jemaah yang meninggal dunia setelah proses pemulangan seluruh jemaah haji selesai dilaksanakan.

"Kunjungan pertama akan dilakukan ke Kabupaten Lombok Timur, kemudian dilanjutkan ke Kabupaten Lombok Tengah," ujarnya.

Selain enam jemaah dari Pulau Lombok, lima jemaah lainnya yang wafat berasal dari Pulau Sumbawa. Rinciannya, tiga orang berasal dari Kabupaten Bima dan dua orang dari Kabupaten Sumbawa.

Dengan demikian, total 11 jemaah haji asal NTB yang meninggal dunia di Tanah Suci terdiri dari:

• 3 jemaah asal Kabupaten Lombok Timur
• 3 jemaah asal Kabupaten Lombok Tengah
• 3 jemaah asal Kabupaten Bima
• 2 jemaah asal Kabupaten Sumbawa

Lalu Amin menjelaskan, pendampingan terhadap keluarga yang ditinggalkan sebenarnya telah dilakukan oleh kantor Kemenhaj di masing-masing kabupaten sejak kabar duka diterima.

"Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bima dan Kabupaten Sumbawa sudah melakukan kunjungan langsung kepada keluarga jamaah yang ditinggalkan," katanya.

Di tengah sukacita ribuan jemaah yang mulai bersiap kembali ke tanah air, kabar wafatnya 11 jemaah asal NTB menjadi pengingat bahwa perjalanan haji bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan pengabdian yang penuh risiko dan pengorbanan.

Kemenhaj NTB memastikan akan terus memberikan pendampingan kepada keluarga almarhum sekaligus menyelesaikan proses pemulangan jemaah haji yang masih berada di Arab Saudi.

Bukit Sempana Terbakar, Puluhan Wisatawan Dievakuasi Saat Api Mendekat ke Area Camping

narasiNTB, Lombok Timur – Kebakaran kembali mengancam kawasan wisata alam di kaki Gunung Rinjani. Kali ini, kobaran api melanda Bukit Sempana, Desa Sembalun Bumbung, Kabupaten Lombok Timur, Selasa (9/6/2026), hingga memaksa petugas mengevakuasi puluhan wisatawan yang sedang berkemah.

Api yang terus membesar menjelang malam membuat aktivitas pendakian dihentikan sementara. Petugas gabungan pun bergerak cepat untuk menghindari kemungkinan terjadinya korban jiwa.

"Kebakaran dilaporkan terjadi pada sore hari dan titik api terus membesar menjelang malam," kata Kepala Seksi Pengamanan Rinjani Timur, Lalu Iskandar.

Situasi menjadi semakin mengkhawatirkan karena lokasi kebakaran berada tidak jauh dari area camping favorit para pendaki. Berdasarkan informasi dari pihak kepolisian, jarak titik api dengan lokasi perkemahan hanya sekitar 500 meter.

"Lokasi kebakaran hutan dan lahan tersebut kurang lebih berjarak 500 meter dari lokasi camping yang sering dikunjungi pendaki," ujar Kapolsek Sembalun, Iptu Lalu Subadri.

Sebanyak 25 wisatawan yang berada di atas bukit langsung dievakuasi menuju Pos 1 untuk menghindari risiko terjebak kobaran api maupun paparan asap.

"Petugas sedang melakukan evakuasi terhadap para pengunjung Bukit Sempana sebanyak 25 orang menuju Pos 1 agar aman dan tidak terkena dampak kebakaran," jelasnya.

Hingga malam hari, petugas belum dapat memastikan penyebab kebakaran maupun luas area yang terdampak. Medan yang gelap dan kondisi lokasi yang cukup berisiko membuat upaya pemadaman secara menyeluruh belum bisa dilakukan.

Fokus utama petugas saat ini adalah memastikan seluruh wisatawan dalam kondisi aman sebelum penanganan kebakaran dilanjutkan pada pagi hari.

"Kami belum sampai di titik api, jadi belum bisa memastikan sumber kebakaran maupun luas area yang terbakar. Fokus malam ini adalah mengamankan seluruh pengunjung yang berada di atas bukit," kata Iskandar.

Peristiwa ini kembali menjadi alarm bagi kawasan wisata pegunungan di NTB yang setiap musim kemarau menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan. Belum lama ini, savana di kawasan Gunung Rinjani juga sempat dilanda kebakaran yang menghanguskan puluhan hektare lahan.

Kini, publik menunggu jawaban atas satu pertanyaan penting: apakah kebakaran Bukit Sempana murni akibat faktor alam, atau kembali dipicu kelalaian manusia yang terus berulang setiap musim kemarau? (*)

Tidak Bayar Sewa, Bupati Lombok Barat Ancam Ambil Alih Lahan STIE AMM

narasiNTB, Lombok Barat – Konflik panjang antara Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Akademi Manajemen Mataram (AMM) kembali memanas. Kali ini, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini (LAZ) secara terbuka mengancam akan mengambil alih lahan milik pemerintah daerah yang selama puluhan tahun dimanfaatkan oleh kampus tersebut.

Pernyataan tegas itu muncul setelah Pemkab Lombok Barat menilai pihak STIE AMM belum memenuhi kewajiban pembayaran sewa atas lahan seluas sekitar 17.000 meter persegi yang kini menjadi objek sengketa.

“Tidak ada kompromi. Kalau tidak bayar, ya saya ambil aset kami,” tegas LAZ.

Menurutnya, nilai sewa lahan harus mengacu pada hasil appraisal terbaru yang mencapai sekitar Rp241,9 juta per tahun. Namun, pihak kampus disebut hanya menawarkan pembayaran sebesar Rp25 juta per tahun.

“Saya sudah tidak ada tawar-menawar. Nilai appraisal itu harus dibayar,” katanya.

Di sisi lain, pihak STIE AMM belum memberikan tanggapan resmi terkait ultimatum tersebut. Pihak humas kampus menyatakan masih melakukan koordinasi internal sebelum menyampaikan sikap resmi kepada publik.

Perselisihan ini sejatinya bukan perkara baru. Lahan tersebut diketahui diberikan kepada Yayasan Pendidikan Tri Dharma Kosgoro NTB pada tahun 1986 dengan status pinjam pakai. Namun, seiring berjalannya waktu, Pemkab Lombok Barat menilai tidak ada dasar hukum yang membenarkan penggunaan aset daerah tanpa batas waktu serta tidak adanya kontribusi yang diberikan kepada pemerintah daerah.

Situasi kemudian berkembang menjadi sengketa hukum yang berlangsung bertahun-tahun. Bahkan, perkara tersebut sempat bergulir hingga tingkat kasasi dan dimenangkan oleh pihak STIE AMM di Mahkamah Agung.

Meski demikian, Pemkab Lombok Barat kembali menerbitkan kebijakan baru pada tahun 2025 yang mengubah status pemanfaatan lahan dari hak pakai menjadi hak sewa. Kebijakan ini kembali digugat oleh STIE AMM ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Mataram.

Tak hanya itu, Pemkab Lombok Barat juga melaporkan dugaan penyalahgunaan aset dan indikasi tindak pidana korupsi terkait penggunaan lahan tersebut ke Kejaksaan Tinggi NTB.

Kini, dua proses hukum berjalan bersamaan. Di satu sisi sengketa administrasi masih bergulir di PTUN, sementara di sisi lain laporan dugaan penyalahgunaan aset tengah ditangani aparat penegak hukum.

Di tengah tarik-ulur kepentingan tersebut, publik pun menunggu satu pertanyaan besar: siapa yang sebenarnya paling berhak atas aset daerah bernilai strategis ini, dan sampai kapan konflik yang telah berlangsung puluhan tahun ini akan berakhir? (*)

Survei ke 800 Dapur MBG Dilaporkan ke Prabowo, Luhut Klaim Program Gerakkan UMKM Lokal

narasiNTB, Jakarta – Di tengah berbagai sorotan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Dewan Ekonomi Nasional (DEN) melaporkan hasil survei terbaru kepada Presiden Prabowo Subianto. Hasilnya, program unggulan pemerintah tersebut diklaim mulai menciptakan perputaran ekonomi baru di daerah dan melibatkan ribuan pelaku usaha kecil.

Ketua DEN, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan survei dilakukan pada 800 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Hasil kajian tersebut telah disampaikan secara rinci kepada Presiden.

"Kami menjaga kredibilitas survei ini. Semua dilakukan secara profesional dan hasilnya sudah kami laporkan langsung kepada Presiden," ujar Luhut di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (9/6/2026).

Berdasarkan temuan DEN, sebanyak 86,9 persen dapur MBG saat ini telah menggandeng setidaknya satu pemasok dari kalangan UMKM lokal. Bahkan rata-rata setiap SPPG bekerja sama dengan tiga pelaku usaha kecil di sekitarnya.

Yang menarik, sekitar 65 persen pemasok tersebut berasal dari kabupaten yang sama dengan lokasi dapur MBG beroperasi. Temuan ini menunjukkan manfaat ekonomi program lebih banyak dirasakan masyarakat lokal dibanding perusahaan besar dari luar daerah.

"Ini bukan supplier besar yang masuk. Mayoritas adalah UMKM yang memang berada di sekitar lokasi SPPG," kata Sekretaris Eksekutif DEN, Septian Hario Seto.

Tak hanya itu, DEN juga mencatat hampir seluruh tenaga kerja yang terlibat dalam operasional dapur MBG berasal dari masyarakat sekitar. Angkanya bahkan mencapai 99 persen.

Dari sisi kepuasan, lebih dari 70 persen responden menilai kinerja UMKM pemasok sudah baik. Meski demikian, DEN mengakui masih terdapat pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan, terutama terkait akses permodalan agar UMKM mampu meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas jenis komoditas yang dipasok.

Laporan ini muncul di tengah berbagai dinamika pelaksanaan MBG dalam beberapa pekan terakhir, termasuk persoalan keterlambatan pencairan dana operasional di sejumlah daerah.

Karena itu, meski survei menunjukkan dampak ekonomi yang positif, publik masih menanti apakah manfaat tersebut dapat berjalan seiring dengan perbaikan tata kelola dan keberlanjutan program di lapangan. (*)

Rupiah Mulai Melawan, Dolar AS Tersungkur Usai BI Naikkan Suku Bunga Mendadak

narasiNTB, Jakarta – Setelah beberapa hari membuat khawatir pelaku usaha dan masyarakat karena terus menekan nilai tukar rupiah, dolar Amerika Serikat (AS) akhirnya mulai kehilangan tenaga. Mata uang Negeri Paman Sam itu tercatat melemah terhadap rupiah usai Bank Indonesia (BI) secara mengejutkan menaikkan suku bunga acuan.

Berdasarkan data Bloomberg, Selasa (9/6/2026), dolar AS melemah hingga 0,75 persen atau turun sekitar 136,5 poin ke level Rp18.051 per dolar AS.

Sejak pembukaan perdagangan pagi, rupiah sudah menunjukkan perlawanan. Dolar yang sebelumnya sempat bertengger di level Rp18.160 perlahan terus tertekan hingga bergerak turun sepanjang sesi perdagangan.

Pergerakan ini terjadi hanya beberapa jam setelah Bank Indonesia mengumumkan kenaikan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,5 persen.

Langkah tersebut terbilang tidak biasa. Sebab, keputusan diambil melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) mingguan tanpa diikuti konferensi pers sebagaimana lazimnya pengumuman kebijakan moneter strategis.

Tak hanya BI Rate, bank sentral juga menaikkan suku bunga Deposit Facility menjadi 4,50 persen dan Lending Facility menjadi 6,25 persen.

Kebijakan mendadak ini langsung memicu spekulasi di pasar. Sebagian pengamat menilai langkah BI merupakan sinyal kuat bahwa tekanan terhadap rupiah sudah berada pada level yang perlu direspons cepat.

Sebelumnya, rupiah sempat menjadi sorotan setelah menyentuh level psikologis Rp18.000 per dolar AS, bahkan tercatat sebagai salah satu mata uang dengan pelemahan terdalam di kawasan Asia.

Meski rupiah mulai menguat, sejumlah ekonom mengingatkan bahwa tantangan belum sepenuhnya berakhir. Stabilitas nilai tukar masih akan sangat dipengaruhi kondisi ekonomi global, arus modal asing, serta tingkat kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Pertanyaannya kini, apakah penguatan rupiah ini menjadi titik balik pemulihan, atau hanya jeda sesaat sebelum tekanan kembali datang? Publik dan pelaku pasar masih menunggu jawabannya.