Berita Terbaru

Hasil Berita

Pria 28 Tahun Ini Tak Menyangka Gagal Ginjal Stadium Akhir, Gejala Awalnya Dianggap Sepele

narasiNTB, Preston – Banyak orang mengira gagal ginjal hanya mengintai mereka yang berusia lanjut atau memiliki riwayat penyakit berat. Namun kisah Niven Hopkins menjadi pengingat bahwa penyakit ini bisa menyerang siapa saja, bahkan anak muda yang terlihat sehat dan aktif.

Pria berusia 28 tahun asal Preston, Inggris, itu kini harus menjalani cuci darah selama sembilan jam setiap malam setelah didiagnosis mengalami gagal ginjal stadium akhir. Yang mengejutkan, sebelum menerima diagnosis tersebut, Niven merasa dirinya baik-baik saja.

Semua bermula pada Juni 2024 ketika ia merasakan nyeri hebat di bagian kaki. Awalnya, ia mengira hanya mengalami cedera biasa atau patah tulang jari kaki. Namun kondisi tersebut justru menjadi pintu masuk terungkapnya masalah kesehatan yang jauh lebih serius.

Setelah menjalani pemeriksaan darah, Niven menerima telepon dari rumah sakit pada pukul 04.00 dini hari yang memintanya segera datang karena hasil tes menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan.

"Aku tidak merasa sakit, selain kakiku, aku merasa baik-baik saja," ungkap Niven, dikutip dari Newsweek.

Serangkaian pemeriksaan lanjutan, termasuk biopsi dan tes genetik, akhirnya mengungkap fakta bahwa ia mengidap penyakit ginjal kronis yang dipicu oleh kelainan genetik langka. Riwayat penyakit tersebut ternyata juga pernah dialami ibunya yang harus menjalani transplantasi ginjal sebanyak dua kali.

Kini, dua tahun setelah diagnosis pertama, fungsi ginjal Niven tersisa sekitar 9 persen. Kondisinya telah berkembang menjadi gagal ginjal stadium 5 atau stadium akhir, sehingga ia harus bergantung pada mesin dialisis setiap hari sambil menunggu peluang mendapatkan donor ginjal yang cocok.

Gejala yang Diabaikan

Yang membuat kisah ini semakin menyentuh adalah fakta bahwa tubuh Niven sebenarnya telah memberikan sejumlah tanda peringatan jauh sebelum diagnosis ditegakkan. Sayangnya, ia menganggap gejala-gejala tersebut sebagai hal biasa.

Beberapa gejala yang sempat ia abaikan antara lain:

• Kelelahan berlebihan meski tidak melakukan aktivitas berat.

• Urine berbusa yang muncul secara berulang.

• Nyeri punggung yang dianggap sebagai cedera otot akibat olahraga.

• Sulit berkonsentrasi atau mengalami brain fog.

Menurut Niven, masing-masing gejala terlihat sepele jika berdiri sendiri. Namun jika dilihat secara keseluruhan, semuanya merupakan sinyal bahwa tubuh sedang mengalami masalah serius.

"Secara terpisah semua gejala itu tampak kecil. Namun bersama-sama, mereka menceritakan kisah yang lebih besar," ujarnya.

Penyakit Ginjal Sering Datang Diam-Diam

Berdasarkan data National Health Service (NHS) Inggris, penyakit ginjal kronis sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Banyak kasus baru terdeteksi setelah pasien menjalani pemeriksaan darah atau urine untuk keperluan medis lainnya.

Adapun gejala yang perlu diwaspadai meliputi:

- Kelelahan berkepanjangan.
- Pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, atau tangan.
- Sesak napas.
- Mual dan muntah.
- Penurunan konsentrasi.
- Darah dalam urine.
- Perubahan pola buang air kecil.

Kisah Niven menjadi pengingat bahwa merasa sehat bukan berarti bebas dari penyakit. Pemeriksaan kesehatan rutin dan kepekaan terhadap perubahan kecil pada tubuh dapat menjadi langkah penting untuk mendeteksi penyakit lebih dini sebelum terlambat.

Comments