Berita Terbaru

Hasil Berita

Heboh Isu Pocong Bersenjata di Lombok Timur, Polisi Pastikan Hoaks

narasiNTB, LOMBOK TIMUR – Isu mengenai aksi kejahatan yang dilakukan oleh sosok berkostum pocong tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Keresahan warga dipicu oleh beredarnya poster dan video pendek di berbagai media sosial yang mengklaim adanya kemunculan "pocong jadi-jadian" di wilayah Kecamatan Suela dan sejumlah kecamatan lainnya di Lombok Timur.

Poster yang viral tersebut menampilkan sosok menyerupai pocong yang membawa sebilah celurit. Narasi yang menyertainya menyebutkan bahwa sosok tersebut berkeliaran pada malam hari, mengetuk pintu rumah warga secara acak sambil membawa senjata untuk meneror masyarakat.

Akibat informasi tersebut, pada Rabu malam (3/6/2026), warga di Desa Suela sempat mengamankan empat orang yang diduga terlibat dalam aksi pocong-pocongan. Isu serupa juga sempat beredar di Dusun Tejong, Desa Ketangga, pada Jumat malam (5/6/2026).

Namun, pihak kepolisian memastikan informasi tersebut tidak benar.

Kapolsek Suela, I Gusti Bagus Ngurah Rai, menjelaskan bahwa tidak ada aksi teror pocong seperti yang ramai diberitakan.

"Tidak ada pocong-pocongan itu. Anak-anak dari salah satu desa malam Rabu itu hanya mau tes nyali, tetapi diamankan oleh anggota yang berjaga. Mereka sudah dipulangkan pada Kamis pagi dari kantor Polsek," ujarnya, Sabtu (6/6/2026).


Ia juga menegaskan bahwa polisi telah menindaklanjuti penyebaran video yang memicu keresahan masyarakat.

"Berita hoaks tentang kemunculan pocong sering dibuat untuk memancing rasa takut, viral, dan klik. Yang menyebarkan video itu akan kami datangi," tegasnya.


Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.

Menurutnya, penyebaran hoaks semacam ini dapat menimbulkan keresahan, kepanikan, mengganggu aktivitas masyarakat, hingga berpotensi memicu tindakan main hakim sendiri. Oleh karena itu, warga diminta lebih bijak dalam menerima dan membagikan informasi di media sosial.

Comments