Berita Terbaru

Hasil Berita

Korupsi di BGN Jadi Alarm Besar Program MBG, Pengamat Soroti Lemahnya Tata Kelola

narasintb, JAKARTA – Dugaan korupsi yang menyeret pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi sorotan publik dan memunculkan pertanyaan besar mengenai tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang selama ini digadang-gadang sebagai salah satu program prioritas nasional.

Guru Besar Manajemen dan Kebijakan Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (Fisipol UGM), Gabriel Lele, menilai kasus yang mencuat saat ini bukanlah persoalan yang muncul secara tiba-tiba. Menurutnya, dugaan korupsi tersebut merupakan puncak dari berbagai persoalan tata kelola yang telah berlangsung sejak awal pelaksanaan program.

Ia menjelaskan bahwa desain kelembagaan BGN yang cenderung sentralistis dan tertutup menjadi salah satu faktor yang membuka peluang terjadinya penyimpangan.

"Kalau sebuah program dianggap prioritas oleh presiden, karakter dasarnya adalah tertutup dan sentralistis. Hanya sedikit orang yang terlibat dan bertanggung jawab langsung kepada presiden," ujarnya seperti dikutip dari laman UGM, Selasa (9/6/2026).

Gabriel menyoroti minimnya sistem pengawasan dan akuntabilitas yang efektif dalam pelaksanaan program MBG. Menurutnya, pengawasan dari lembaga seperti BPK maupun BPKP selama ini lebih bersifat reaktif setelah masalah muncul, bukan mencegah penyimpangan sejak awal.

Padahal, program dengan anggaran besar dan cakupan nasional membutuhkan sistem kontrol yang kuat untuk meminimalkan potensi penyalahgunaan wewenang, pemborosan anggaran, maupun praktik korupsi.

"Godaan untuk mengambil keuntungan pribadi dalam program besar selalu ada. Itu hanya bisa diminimalkan dengan sistem kontrol dan akuntabilitas yang memadai," katanya.

Selain pengawasan internal, Gabriel juga menilai kontrol publik terhadap pelaksanaan MBG belum berjalan optimal. Berbagai kritik yang muncul terkait kasus keracunan makanan, dugaan pemborosan anggaran, hingga kualitas layanan di lapangan dinilai tidak mendapat respons yang memadai.

Menurutnya, sebagian besar kritik justru datang dari pihak yang mendukung tujuan program MBG, namun menginginkan pelaksanaannya berjalan lebih baik dan transparan.

Faktor politik juga disebut turut memengaruhi lambatnya respons terhadap berbagai persoalan yang muncul. Gabriel menilai MBG memiliki nilai strategis sebagai investasi politik jangka panjang sehingga pemerintah cenderung mempertahankan program tersebut meskipun sejumlah masalah telah teridentifikasi.

Selain itu, ia menilai penerapan program yang seragam di seluruh daerah berpotensi mengabaikan perbedaan kebutuhan, kapasitas, dan kondisi masing-masing wilayah.

"Risiko dari kebijakan yang dirumuskan secara nasional dan diterapkan sama di seluruh Indonesia adalah kurangnya sensitivitas terhadap konteks lokal," ujarnya.

Meski mengapresiasi langkah penegakan hukum terhadap pihak yang diduga terlibat korupsi, Gabriel mengingatkan bahwa pergantian figur semata tidak cukup jika akar persoalan tata kelola tidak dibenahi secara menyeluruh.

Sebagai langkah perbaikan, ia mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan penghentian sementara program MBG selama satu hingga dua bulan untuk melakukan evaluasi komprehensif yang melibatkan ahli independen dari bidang gizi, keuangan, dan tata kelola pemerintahan.

"Ini harus menjadi momentum untuk membenahi tata kelola secara menyeluruh agar masalah serupa tidak kembali terulang di masa mendatang," tutupnya.

Pertamax Melonjak 32 Persen, Publik Bertanya: Siapa yang Sebenarnya Menanggung Beban?

narasiNTB, JAKARTA – Di tengah nilai tukar rupiah yang masih tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS), masyarakat kembali dihadapkan pada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi. PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga Pertamax (RON 92) dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter mulai 10 Juni 2026.

Kenaikan sebesar Rp3.950 per liter atau sekitar 32 persen ini langsung menjadi sorotan publik karena terjadi saat daya beli masyarakat masih menghadapi berbagai tekanan ekonomi.

Selain Pertamax, Pertamax Green 95 juga mengalami kenaikan dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan penyesuaian harga dilakukan setelah evaluasi berkala sesuai formula yang telah ditetapkan pemerintah.

"Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (9/6/2026).

Menurut Pertamina, keputusan tersebut telah dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator dan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia serta harga pasar keekonomian.

Meski demikian, kenaikan tajam ini memunculkan kekhawatiran akan dampak lanjutan terhadap biaya transportasi, distribusi barang, hingga potensi kenaikan harga kebutuhan pokok.

Pasalnya, meskipun Pertamax merupakan BBM non-subsidi, penggunaannya cukup luas di kalangan masyarakat perkotaan, pelaku usaha, hingga sektor transportasi tertentu.

Di tengah kondisi rupiah yang sempat menembus level Rp18.000 per dolar AS, kenaikan harga BBM dinilai berpotensi menambah tekanan terhadap pengeluaran rumah tangga.

Sementara itu, Pertamina memastikan produk BBM lainnya tidak mengalami perubahan harga. Pertamax Turbo tetap dijual Rp20.750 per liter, Dexlite Rp23.000 per liter, dan Pertamina Dex Rp24.800 per liter.

Untuk BBM bersubsidi, harga Pertalite masih bertahan di Rp10.000 per liter dan Biosolar tetap Rp6.800 per liter.

Pertamina juga memastikan pasokan BBM tetap aman dan tersedia di seluruh jaringan SPBU di Indonesia.

Namun di tengah kenaikan harga yang cukup signifikan, pertanyaan publik kini bukan lagi sekadar soal ketersediaan BBM, melainkan sejauh mana masyarakat mampu bertahan menghadapi biaya hidup yang terus meningkat.

Jika pelemahan rupiah, kenaikan harga BBM, dan tekanan ekonomi berlangsung bersamaan, maka dampaknya bukan hanya dirasakan di SPBU, tetapi juga berpotensi menjalar ke berbagai sektor kehidupan masyarakat.

Lawan Kanker dengan Terapi Ciptaannya Sendiri, Ilmuwan Dunia Richard Scolyer Meninggal Dunia

narasiNTB, JAKARTA – Dunia kedokteran kembali berduka. Profesor Richard Scolyer, ilmuwan kanker asal Australia yang dikenal sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam penelitian melanoma, meninggal dunia pada usia 59 tahun setelah hampir tiga tahun berjuang melawan glioblastoma, salah satu kanker otak paling mematikan di dunia.

Namun, kepergiannya meninggalkan warisan yang jauh lebih besar dari sekadar deretan publikasi ilmiah. Di tengah vonis penyakit yang hampir mustahil disembuhkan, Scolyer memilih jalan yang tidak biasa. Ia menjadikan dirinya sendiri sebagai pasien pertama dalam terapi eksperimental yang berpotensi mengubah masa depan pengobatan kanker otak.

Kisahnya bermula pada 2023 ketika ia didiagnosis mengidap glioblastoma tipe IDH wild-type, jenis kanker otak agresif dengan rata-rata harapan hidup sekitar 12 bulan. Alih-alih hanya menjalani pengobatan standar, Scolyer memutuskan menerapkan pendekatan yang selama ini ia kembangkan dalam penelitian kanker kulit melanoma.

Bersama tim peneliti, ia menjalani kombinasi imunoterapi sebelum operasi pengangkatan tumor, metode yang saat itu belum pernah diterapkan pada pasien kanker otak. Selain itu, ia juga menerima vaksin kanker yang dirancang khusus berdasarkan karakteristik tumornya sendiri.

"Kanker ini tidak dapat disembuhkan? Saya tidak mau begitu saja menerimanya," ujar Scolyer dalam salah satu wawancara yang kini menjadi pengingat keberaniannya menghadapi penyakit tersebut.

Keputusan itu menjadikan dirinya sebagai "patient zero" atau pasien pertama dalam pendekatan medis yang kemudian menarik perhatian komunitas kesehatan dunia.

Meski tidak berhasil mengalahkan penyakitnya, terapi yang dijalani Scolyer menunjukkan hasil yang mengejutkan. Ia mampu bertahan hidup hampir tiga tahun setelah diagnosis, jauh melampaui rata-rata harapan hidup pasien glioblastoma.

Temuan dari terapi tersebut kemudian dipublikasikan dalam jurnal ilmiah internasional dan kini menjadi dasar berbagai uji klinis yang sedang berlangsung di Amerika Serikat. Harapannya, metode yang pertama kali diterapkan pada tubuh Scolyer dapat membuka peluang baru bagi ribuan pasien kanker otak di masa depan.

Sebelum didiagnosis kanker otak, nama Richard Scolyer sudah dikenal luas sebagai pelopor pengobatan melanoma. Bersama Profesor Georgina Long, ia berperan besar dalam pengembangan imunoterapi yang secara signifikan meningkatkan angka harapan hidup pasien melanoma stadium lanjut.

Atas kontribusinya tersebut, keduanya dianugerahi penghargaan Australian of the Year 2024, salah satu penghargaan sipil tertinggi di Australia.

Di tengah perjuangannya melawan kanker, Scolyer tetap aktif berbagi pengalaman kepada publik. Dalam surat terbuka yang dipublikasikan setelah kepergiannya, ia menyampaikan pesan yang kini menjadi warisan moral bagi dunia medis.

"Saya ingin terus berkontribusi, bahkan pada saat-saat tergelap dalam hidup saya," tulisnya.

Ia juga mengajak para ilmuwan untuk terus berani mencari terobosan baru dan tidak takut menembus batas-batas pengetahuan yang ada.

Keberanian Richard Scolyer mungkin tidak berhasil menyelamatkan dirinya sendiri. Namun, langkah yang diambilnya berpotensi menjadi titik terang bagi generasi pasien kanker otak berikutnya.

Pada akhirnya, warisan terbesar yang ia tinggalkan bukan hanya penelitian atau terapi baru, melainkan keberanian untuk mempertaruhkan hidupnya demi harapan hidup orang lain.

Vape Rasa Buah Tak Seaman yang Dibayangkan? Studi Temukan Perubahan pada Ribuan Gen

narasiNTB, JAKARTA – Vape rasa buah yang selama ini populer di kalangan anak muda kembali menjadi sorotan. Sebuah penelitian terbaru mengungkap temuan yang mengundang perhatian dunia kesehatan, yakni adanya perubahan aktivitas ribuan gen pada pengguna rokok elektronik, terutama mereka yang menggunakan vape berperisa buah.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Frontiers in Oncology menemukan bahwa pengguna vape mengalami perubahan aktivitas pada 3.124 gen dibandingkan kelompok yang tidak merokok maupun tidak menggunakan vape. Temuan ini menjadi perhatian karena sejumlah perubahan gen tersebut diketahui berkaitan dengan berbagai jalur biologis yang berhubungan dengan penyakit kronis.

Penelitian yang dilakukan tim dari Keck School of Medicine, Amerika Serikat, melibatkan 83 partisipan yang terdiri dari pengguna vape, perokok aktif, dan kelompok non-perokok. Para peneliti menganalisis aktivitas gen melalui sampel sel yang diambil dari bagian dalam pipi menggunakan teknologi RNA sequencing.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 67 persen perubahan aktivitas gen lebih banyak dipengaruhi oleh rasa vape dan jenis perangkat yang digunakan dibandingkan frekuensi pemakaian.

Menariknya, vape rasa buah seperti mangga dan semangka dikaitkan dengan sekitar 31 persen perubahan gen yang ditemukan dalam penelitian tersebut. Sementara penggunaan beberapa rasa sekaligus atau mixed flavor berhubungan dengan lebih dari 64 persen perubahan aktivitas gen.

Penulis senior penelitian, Ahmad Besaratinia, mengatakan masih diperlukan penelitian lanjutan untuk mengetahui faktor utama yang menyebabkan perubahan biologis tersebut.

"Satu pertanyaan besar masih tersisa, apa yang sebenarnya mendorong perubahan ini?" ujarnya.


Selain rasa, perangkat vape isi ulang (mods) juga ditemukan memiliki dampak yang lebih kuat terhadap perubahan regulasi gen dibanding jenis perangkat lainnya.

Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa hasil studi ini belum membuktikan vape secara langsung menyebabkan penyakit tertentu. Namun perubahan aktivitas gen yang ditemukan memiliki keterkaitan dengan jalur biologis yang sebelumnya dikaitkan dengan penyakit kanker, gangguan endokrin, penyakit saluran pencernaan, hingga gangguan neurologis.

Temuan ini menambah daftar panjang perdebatan mengenai keamanan rokok elektronik. Di satu sisi, vape masih dianggap memiliki risiko lebih rendah dibanding rokok konvensional dan kerap digunakan sebagai alat bantu berhenti merokok. Namun di sisi lain, penelitian terbaru menunjukkan bahwa produk tersebut tetap menyimpan potensi risiko kesehatan yang belum sepenuhnya dipahami.

Bagi masyarakat, khususnya generasi muda yang menganggap vape rasa buah sebagai alternatif yang lebih aman, penelitian ini menjadi pengingat bahwa aroma manis dan rasa segar belum tentu berarti bebas risiko bagi tubuh. Terlebih ketika dampaknya ternyata bisa terjadi hingga pada tingkat genetik.

Rupiah Terpuruk, Harga Emas Justru Turun: Peluang Investasi atau Alarm Ekonomi?

narasiNTB, Jakarta – Di saat nilai tukar rupiah tertekan hingga menembus level terlemah sepanjang sejarah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), harga emas justru bergerak ke arah yang tidak biasa. Dalam sepekan terakhir, harga logam mulia mengalami penurunan, memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat: apakah ini kesempatan emas untuk berinvestasi atau justru sinyal kewaspadaan terhadap kondisi ekonomi?

Data menunjukkan harga emas ukuran 1 gram turun dari Rp2.799.000 pada 1 Juni 2026 menjadi Rp2.738.000 pada 6 Juni 2026. Artinya, terjadi koreksi sebesar Rp61.000 per gram hanya dalam waktu satu pekan.

Penurunan juga terjadi pada harga buyback atau jual kembali yang terkoreksi lebih dalam, yakni dari Rp2.609.000 menjadi Rp2.531.000 per gram.

Ironisnya, tren tersebut terjadi ketika rupiah terus melemah hingga menyentuh Rp18.036 per dolar AS, level yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah nilai tukar Indonesia.

Ekonom Senior Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam mengelola keuangan di tengah ketidakpastian ekonomi saat ini.

Menurutnya, masyarakat perlu menghindari utang konsumtif dan lebih fokus memperkuat ketahanan finansial keluarga.

"Hindari berutang untuk konsumsi serta membeli barang bernilai besar dengan pinjaman," ujarnya.

Ia menilai pelemahan rupiah berpotensi memicu kenaikan biaya hidup, harga barang yang lebih mahal, cicilan kredit yang meningkat, hingga berkurangnya peluang kerja di sejumlah sektor.

Di sisi lain, Financial Planner Andi Nugroho melihat turunnya harga emas dapat menjadi peluang bagi masyarakat yang ingin mulai mengakumulasi aset investasi.

Namun, ia menegaskan bahwa emas bukan instrumen yang cocok untuk mencari keuntungan instan.

"Investasi emas idealnya untuk jangka menengah hingga panjang, minimal disimpan selama tiga tahun," jelasnya.

Menurut Andi, emas masih menjadi salah satu aset safe haven yang banyak diburu investor saat kondisi ekonomi global diliputi ketidakpastian. Karena itu, peluang harga emas kembali menguat di masa depan masih terbuka.

Meski demikian, ia mengingatkan masyarakat agar tidak tergesa-gesa membeli emas hanya karena harga sedang turun.

"Prioritas utama tetap menjaga arus kas dan memastikan kebutuhan pokok terpenuhi," katanya.

Fenomena rupiah yang melemah dan emas yang turun secara bersamaan menjadi gambaran bahwa kondisi ekonomi saat ini tidak bisa dibaca secara sederhana. Bagi sebagian orang, koreksi harga emas mungkin menjadi peluang investasi. Namun bagi banyak keluarga, pelemahan rupiah justru menjadi tantangan nyata yang berpotensi menekan daya beli dan stabilitas keuangan rumah tangga.

Di tengah situasi tersebut, satu hal yang menjadi kunci adalah kemampuan masyarakat mengelola keuangan secara lebih bijak, disiplin, dan terukur.

Garuda Terbang Lagi! Indonesia Kalahkan Mozambik, Ranking FIFA Naik ke Posisi 118

narasiNTB, Jakarta – Tren positif Timnas Indonesia berlanjut. Setelah membungkam Oman dengan skor telak 3-0, skuad Garuda kembali meraih kemenangan saat menghadapi Mozambik dalam laga FIFA Matchday bertajuk Garuda Championship Series 2026.

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (9/6/2026) malam WIB, Indonesia menang tipis 1-0 melalui gol tunggal Ole Romeny pada menit ke-11.

Gol tersebut lahir dari kerja sama apik lini depan. Ragnar Oratmangoen mengirim umpan terukur yang berhasil dimanfaatkan Ole Romeny setelah mengecoh penjaga gawang Mozambik dalam situasi satu lawan satu.

Kemenangan ini tidak hanya memperpanjang catatan positif Timnas Indonesia, tetapi juga berdampak langsung terhadap posisi Garuda di ranking dunia FIFA.

Berdasarkan live ranking FIFA, Indonesia memperoleh tambahan 5,69 poin sehingga total koleksi poin meningkat dari 1.151,45 menjadi 1.157,14 poin.

Tambahan poin tersebut membuat Indonesia kembali naik ke peringkat 118 dunia setelah sempat tergeser oleh Sierra Leone.

Sebelumnya, kemenangan meyakinkan 3-0 atas Oman yang berada di peringkat 79 dunia juga memberikan lonjakan poin signifikan bagi skuad asuhan Patrick Kluivert.

Meski belum mampu menembus posisi yang lebih tinggi dari ranking 118, kemenangan beruntun atas dua negara yang memiliki peringkat lebih baik menjadi sinyal positif bagi perkembangan sepak bola Indonesia.

Di sisi lain, kekalahan dari Indonesia membuat Mozambik harus menerima konsekuensi di ranking FIFA. Negara asal Afrika tersebut kehilangan 5,69 poin dan turun dua tingkat dari posisi 101 menjadi 103 dunia.

Hasil ini sekaligus memperkuat optimisme publik terhadap masa depan Timnas Indonesia yang terus menunjukkan peningkatan performa di level internasional.

Dua kemenangan beruntun dalam FIFA Matchday menjadi bukti bahwa Garuda kini bukan lagi sekadar pelengkap di pentas internasional, melainkan tim yang mulai diperhitungkan dan mampu memberi kejutan bagi negara-negara dengan peringkat lebih tinggi.

11 Jemaah Haji NTB Wafat di Tanah Suci, Lombok Timur dan Lombok Tengah Terbanyak

narasiNTB, Mataram – Kabar duka menyelimuti penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. Sebanyak 11 jemaah haji asal Nusa Tenggara Barat (NTB) dilaporkan meninggal dunia di Tanah Suci selama pelaksanaan rangkaian ibadah haji.

Data Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) NTB menunjukkan, Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Tengah menjadi daerah dengan jumlah jemaah wafat terbanyak, masing-masing tiga orang.

Kepala Kanwil Kemenhaj NTB, Lalu Muhamad Amin, mengatakan pihaknya akan melakukan kunjungan takziah kepada keluarga jemaah yang meninggal dunia setelah proses pemulangan seluruh jemaah haji selesai dilaksanakan.

"Kunjungan pertama akan dilakukan ke Kabupaten Lombok Timur, kemudian dilanjutkan ke Kabupaten Lombok Tengah," ujarnya.

Selain enam jemaah dari Pulau Lombok, lima jemaah lainnya yang wafat berasal dari Pulau Sumbawa. Rinciannya, tiga orang berasal dari Kabupaten Bima dan dua orang dari Kabupaten Sumbawa.

Dengan demikian, total 11 jemaah haji asal NTB yang meninggal dunia di Tanah Suci terdiri dari:

• 3 jemaah asal Kabupaten Lombok Timur
• 3 jemaah asal Kabupaten Lombok Tengah
• 3 jemaah asal Kabupaten Bima
• 2 jemaah asal Kabupaten Sumbawa

Lalu Amin menjelaskan, pendampingan terhadap keluarga yang ditinggalkan sebenarnya telah dilakukan oleh kantor Kemenhaj di masing-masing kabupaten sejak kabar duka diterima.

"Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bima dan Kabupaten Sumbawa sudah melakukan kunjungan langsung kepada keluarga jamaah yang ditinggalkan," katanya.

Di tengah sukacita ribuan jemaah yang mulai bersiap kembali ke tanah air, kabar wafatnya 11 jemaah asal NTB menjadi pengingat bahwa perjalanan haji bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan pengabdian yang penuh risiko dan pengorbanan.

Kemenhaj NTB memastikan akan terus memberikan pendampingan kepada keluarga almarhum sekaligus menyelesaikan proses pemulangan jemaah haji yang masih berada di Arab Saudi.

Bukit Sempana Terbakar, Puluhan Wisatawan Dievakuasi Saat Api Mendekat ke Area Camping

narasiNTB, Lombok Timur – Kebakaran kembali mengancam kawasan wisata alam di kaki Gunung Rinjani. Kali ini, kobaran api melanda Bukit Sempana, Desa Sembalun Bumbung, Kabupaten Lombok Timur, Selasa (9/6/2026), hingga memaksa petugas mengevakuasi puluhan wisatawan yang sedang berkemah.

Api yang terus membesar menjelang malam membuat aktivitas pendakian dihentikan sementara. Petugas gabungan pun bergerak cepat untuk menghindari kemungkinan terjadinya korban jiwa.

"Kebakaran dilaporkan terjadi pada sore hari dan titik api terus membesar menjelang malam," kata Kepala Seksi Pengamanan Rinjani Timur, Lalu Iskandar.

Situasi menjadi semakin mengkhawatirkan karena lokasi kebakaran berada tidak jauh dari area camping favorit para pendaki. Berdasarkan informasi dari pihak kepolisian, jarak titik api dengan lokasi perkemahan hanya sekitar 500 meter.

"Lokasi kebakaran hutan dan lahan tersebut kurang lebih berjarak 500 meter dari lokasi camping yang sering dikunjungi pendaki," ujar Kapolsek Sembalun, Iptu Lalu Subadri.

Sebanyak 25 wisatawan yang berada di atas bukit langsung dievakuasi menuju Pos 1 untuk menghindari risiko terjebak kobaran api maupun paparan asap.

"Petugas sedang melakukan evakuasi terhadap para pengunjung Bukit Sempana sebanyak 25 orang menuju Pos 1 agar aman dan tidak terkena dampak kebakaran," jelasnya.

Hingga malam hari, petugas belum dapat memastikan penyebab kebakaran maupun luas area yang terdampak. Medan yang gelap dan kondisi lokasi yang cukup berisiko membuat upaya pemadaman secara menyeluruh belum bisa dilakukan.

Fokus utama petugas saat ini adalah memastikan seluruh wisatawan dalam kondisi aman sebelum penanganan kebakaran dilanjutkan pada pagi hari.

"Kami belum sampai di titik api, jadi belum bisa memastikan sumber kebakaran maupun luas area yang terbakar. Fokus malam ini adalah mengamankan seluruh pengunjung yang berada di atas bukit," kata Iskandar.

Peristiwa ini kembali menjadi alarm bagi kawasan wisata pegunungan di NTB yang setiap musim kemarau menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan. Belum lama ini, savana di kawasan Gunung Rinjani juga sempat dilanda kebakaran yang menghanguskan puluhan hektare lahan.

Kini, publik menunggu jawaban atas satu pertanyaan penting: apakah kebakaran Bukit Sempana murni akibat faktor alam, atau kembali dipicu kelalaian manusia yang terus berulang setiap musim kemarau? (*)

Tidak Bayar Sewa, Bupati Lombok Barat Ancam Ambil Alih Lahan STIE AMM

narasiNTB, Lombok Barat – Konflik panjang antara Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Akademi Manajemen Mataram (AMM) kembali memanas. Kali ini, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini (LAZ) secara terbuka mengancam akan mengambil alih lahan milik pemerintah daerah yang selama puluhan tahun dimanfaatkan oleh kampus tersebut.

Pernyataan tegas itu muncul setelah Pemkab Lombok Barat menilai pihak STIE AMM belum memenuhi kewajiban pembayaran sewa atas lahan seluas sekitar 17.000 meter persegi yang kini menjadi objek sengketa.

“Tidak ada kompromi. Kalau tidak bayar, ya saya ambil aset kami,” tegas LAZ.

Menurutnya, nilai sewa lahan harus mengacu pada hasil appraisal terbaru yang mencapai sekitar Rp241,9 juta per tahun. Namun, pihak kampus disebut hanya menawarkan pembayaran sebesar Rp25 juta per tahun.

“Saya sudah tidak ada tawar-menawar. Nilai appraisal itu harus dibayar,” katanya.

Di sisi lain, pihak STIE AMM belum memberikan tanggapan resmi terkait ultimatum tersebut. Pihak humas kampus menyatakan masih melakukan koordinasi internal sebelum menyampaikan sikap resmi kepada publik.

Perselisihan ini sejatinya bukan perkara baru. Lahan tersebut diketahui diberikan kepada Yayasan Pendidikan Tri Dharma Kosgoro NTB pada tahun 1986 dengan status pinjam pakai. Namun, seiring berjalannya waktu, Pemkab Lombok Barat menilai tidak ada dasar hukum yang membenarkan penggunaan aset daerah tanpa batas waktu serta tidak adanya kontribusi yang diberikan kepada pemerintah daerah.

Situasi kemudian berkembang menjadi sengketa hukum yang berlangsung bertahun-tahun. Bahkan, perkara tersebut sempat bergulir hingga tingkat kasasi dan dimenangkan oleh pihak STIE AMM di Mahkamah Agung.

Meski demikian, Pemkab Lombok Barat kembali menerbitkan kebijakan baru pada tahun 2025 yang mengubah status pemanfaatan lahan dari hak pakai menjadi hak sewa. Kebijakan ini kembali digugat oleh STIE AMM ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Mataram.

Tak hanya itu, Pemkab Lombok Barat juga melaporkan dugaan penyalahgunaan aset dan indikasi tindak pidana korupsi terkait penggunaan lahan tersebut ke Kejaksaan Tinggi NTB.

Kini, dua proses hukum berjalan bersamaan. Di satu sisi sengketa administrasi masih bergulir di PTUN, sementara di sisi lain laporan dugaan penyalahgunaan aset tengah ditangani aparat penegak hukum.

Di tengah tarik-ulur kepentingan tersebut, publik pun menunggu satu pertanyaan besar: siapa yang sebenarnya paling berhak atas aset daerah bernilai strategis ini, dan sampai kapan konflik yang telah berlangsung puluhan tahun ini akan berakhir? (*)

Survei ke 800 Dapur MBG Dilaporkan ke Prabowo, Luhut Klaim Program Gerakkan UMKM Lokal

narasiNTB, Jakarta – Di tengah berbagai sorotan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Dewan Ekonomi Nasional (DEN) melaporkan hasil survei terbaru kepada Presiden Prabowo Subianto. Hasilnya, program unggulan pemerintah tersebut diklaim mulai menciptakan perputaran ekonomi baru di daerah dan melibatkan ribuan pelaku usaha kecil.

Ketua DEN, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan survei dilakukan pada 800 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Hasil kajian tersebut telah disampaikan secara rinci kepada Presiden.

"Kami menjaga kredibilitas survei ini. Semua dilakukan secara profesional dan hasilnya sudah kami laporkan langsung kepada Presiden," ujar Luhut di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (9/6/2026).

Berdasarkan temuan DEN, sebanyak 86,9 persen dapur MBG saat ini telah menggandeng setidaknya satu pemasok dari kalangan UMKM lokal. Bahkan rata-rata setiap SPPG bekerja sama dengan tiga pelaku usaha kecil di sekitarnya.

Yang menarik, sekitar 65 persen pemasok tersebut berasal dari kabupaten yang sama dengan lokasi dapur MBG beroperasi. Temuan ini menunjukkan manfaat ekonomi program lebih banyak dirasakan masyarakat lokal dibanding perusahaan besar dari luar daerah.

"Ini bukan supplier besar yang masuk. Mayoritas adalah UMKM yang memang berada di sekitar lokasi SPPG," kata Sekretaris Eksekutif DEN, Septian Hario Seto.

Tak hanya itu, DEN juga mencatat hampir seluruh tenaga kerja yang terlibat dalam operasional dapur MBG berasal dari masyarakat sekitar. Angkanya bahkan mencapai 99 persen.

Dari sisi kepuasan, lebih dari 70 persen responden menilai kinerja UMKM pemasok sudah baik. Meski demikian, DEN mengakui masih terdapat pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan, terutama terkait akses permodalan agar UMKM mampu meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas jenis komoditas yang dipasok.

Laporan ini muncul di tengah berbagai dinamika pelaksanaan MBG dalam beberapa pekan terakhir, termasuk persoalan keterlambatan pencairan dana operasional di sejumlah daerah.

Karena itu, meski survei menunjukkan dampak ekonomi yang positif, publik masih menanti apakah manfaat tersebut dapat berjalan seiring dengan perbaikan tata kelola dan keberlanjutan program di lapangan. (*)

Rupiah Mulai Melawan, Dolar AS Tersungkur Usai BI Naikkan Suku Bunga Mendadak

narasiNTB, Jakarta – Setelah beberapa hari membuat khawatir pelaku usaha dan masyarakat karena terus menekan nilai tukar rupiah, dolar Amerika Serikat (AS) akhirnya mulai kehilangan tenaga. Mata uang Negeri Paman Sam itu tercatat melemah terhadap rupiah usai Bank Indonesia (BI) secara mengejutkan menaikkan suku bunga acuan.

Berdasarkan data Bloomberg, Selasa (9/6/2026), dolar AS melemah hingga 0,75 persen atau turun sekitar 136,5 poin ke level Rp18.051 per dolar AS.

Sejak pembukaan perdagangan pagi, rupiah sudah menunjukkan perlawanan. Dolar yang sebelumnya sempat bertengger di level Rp18.160 perlahan terus tertekan hingga bergerak turun sepanjang sesi perdagangan.

Pergerakan ini terjadi hanya beberapa jam setelah Bank Indonesia mengumumkan kenaikan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,5 persen.

Langkah tersebut terbilang tidak biasa. Sebab, keputusan diambil melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) mingguan tanpa diikuti konferensi pers sebagaimana lazimnya pengumuman kebijakan moneter strategis.

Tak hanya BI Rate, bank sentral juga menaikkan suku bunga Deposit Facility menjadi 4,50 persen dan Lending Facility menjadi 6,25 persen.

Kebijakan mendadak ini langsung memicu spekulasi di pasar. Sebagian pengamat menilai langkah BI merupakan sinyal kuat bahwa tekanan terhadap rupiah sudah berada pada level yang perlu direspons cepat.

Sebelumnya, rupiah sempat menjadi sorotan setelah menyentuh level psikologis Rp18.000 per dolar AS, bahkan tercatat sebagai salah satu mata uang dengan pelemahan terdalam di kawasan Asia.

Meski rupiah mulai menguat, sejumlah ekonom mengingatkan bahwa tantangan belum sepenuhnya berakhir. Stabilitas nilai tukar masih akan sangat dipengaruhi kondisi ekonomi global, arus modal asing, serta tingkat kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Pertanyaannya kini, apakah penguatan rupiah ini menjadi titik balik pemulihan, atau hanya jeda sesaat sebelum tekanan kembali datang? Publik dan pelaku pasar masih menunggu jawabannya.

Penyandang Disabilitas Kini Bisa Jadi Polisi, Publik Soroti Keseriusan Implementasi UU Polri Baru

narasiNTB, Jakarta – DPR RI resmi mengesahkan revisi Undang-Undang Kepolisian Negara Republik Indonesia (UU Polri). Di antara sejumlah perubahan yang disahkan, satu poin langsung menyita perhatian publik, yakni dibukanya kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk menjadi anggota Polri.

Ketentuan tersebut tertuang dalam Pasal 21 ayat (2) UU Polri yang menyebutkan bahwa warga negara Indonesia penyandang disabilitas dapat diangkat menjadi anggota Polri sepanjang memiliki kompetensi yang dibutuhkan oleh institusi kepolisian.

Kebijakan ini dinilai sebagai langkah maju dalam mendorong kesetaraan akses bagi kelompok disabilitas di sektor pelayanan publik dan penegakan hukum. Namun, di tengah apresiasi yang muncul, tidak sedikit pihak yang mempertanyakan sejauh mana aturan tersebut benar-benar akan diterapkan di lapangan.

Pasalnya, selama ini profesi polisi identik dengan persyaratan fisik yang ketat. Karena itu, publik menanti penjelasan lebih rinci mengenai posisi, bidang tugas, hingga mekanisme rekrutmen yang akan membuka ruang bagi penyandang disabilitas untuk berkontribusi di tubuh Polri.

Dalam aturan yang disahkan, penyandang disabilitas tetap harus memenuhi kompetensi yang dibutuhkan sesuai kebutuhan institusi. Ketentuan teknis terkait pengangkatan dan pembinaan anggota Polri nantinya akan diatur lebih lanjut melalui Peraturan Kepolisian.

Revisi UU Polri sendiri disahkan dalam Rapat Paripurna DPR RI, Selasa (9/6/2026), setelah melalui pembahasan bersama pemerintah. Pengesahan tersebut dipimpin Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan dihadiri Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Bagi sebagian kalangan, aturan ini dianggap sebagai momentum penting untuk mengubah cara pandang terhadap penyandang disabilitas yang selama ini kerap dipandang terbatas dalam dunia kerja.

Namun pertanyaan yang kini muncul adalah, apakah kebijakan ini akan menjadi tonggak baru inklusivitas di tubuh Polri, atau hanya berhenti sebagai pasal progresif yang sulit diwujudkan dalam praktik?

Publik menunggu jawabannya. (*)

Digigit Kucing, Berujung Maut? Kasus Suspek Rabies di Bali Jadi Alarm Serius

narasiNTB, Bali – Banyak orang menganggap gigitan atau cakaran kucing sebagai hal biasa. Namun, kasus yang terjadi di Bali ini menjadi pengingat bahwa satu luka kecil bisa berujung pada konsekuensi yang sangat besar jika diabaikan.

Seorang perempuan berinisial NKS (38), warga Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, meninggal dunia setelah didiagnosis sebagai suspek rabies. Sebelum meninggal, korban sempat menjalani perawatan di RSU Negara dengan gejala yang mengarah kuat pada infeksi rabies.

Menurut keterangan tim medis, korban datang ke IGD dengan kondisi mengalami takut air (hidrofobia), sensitif terhadap hembusan angin (aerofobia), serta sesak napas. Gejala-gejala tersebut merupakan tanda khas yang sering ditemukan pada penderita rabies stadium lanjut.

Yang mengejutkan, berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui pernah digigit kucing sekitar satu bulan sebelumnya, namun luka tersebut tidak mendapatkan penanganan medis dan korban tidak menerima vaksin antirabies.

Meski telah mendapat perawatan intensif, kondisi korban terus memburuk hingga akhirnya meninggal dunia.

Kucing Juga Bisa Menularkan Rabies

Banyak masyarakat lebih waspada terhadap anjing dibanding kucing. Padahal, menurut Dosen Fakultas Kedokteran Hewan UGM, Dr. drh. Slamet Raharjo, kucing juga termasuk Hewan Pembawa Rabies (HPR) yang dapat menularkan virus kepada manusia maupun hewan lain.

"Kucing memang cenderung menunjukkan gejala yang lebih tenang dibandingkan anjing. Namun, tetap bisa menjadi sumber penularan rabies melalui gigitan, cakaran, maupun air liur," jelasnya.

Kenali Tanda-Tanda Kucing yang Diduga Terinfeksi Rabies

Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain:

▪ Gelisah dan tidak tenang
▪ Perubahan perilaku menjadi agresif
▪ Sering menggigit benda di sekitarnya
▪ Tampak lebih haus dari biasanya
▪ Sering bersembunyi atau menyendiri
▪ Lemas dan kehilangan nafsu aktivitas
▪ Sensitif terhadap cahaya
▪ Takut air (hidrofobia)
▪ Tidak mengenali pemiliknya
▪ Gangguan saraf
▪ Rahang terkunci (lock jaw)
▪ Sulit berdiri atau berjalan

Jangan Tunggu Gejala Muncul

Yang perlu diketahui, rabies merupakan salah satu penyakit dengan tingkat kematian hampir 100 persen setelah gejala klinis muncul.

Karena itu, siapa pun yang tergigit atau dicakar hewan yang dicurigai membawa rabies harus segera:

✅ Mencuci luka menggunakan sabun dan air mengalir selama minimal 15 menit.
✅ Segera mendatangi fasilitas kesehatan.
✅ Mendapatkan vaksin anti rabies (VAR) atau serum anti rabies (SAR) sesuai indikasi medis.

Alarm yang Tidak Boleh Diabaikan

Kasus ini menjadi pengingat bahwa rabies bukan hanya ancaman dari anjing liar. Kucing yang tampak jinak sekalipun bisa menjadi sumber penularan apabila terinfeksi.

Satu gigitan mungkin terlihat sepele hari ini. Namun ketika gejala rabies muncul, sering kali semuanya sudah terlambat.

Karena dalam kasus rabies, yang paling berbahaya bukanlah luka gigitan itu sendiri, melainkan rasa aman palsu yang membuat banyak orang memilih untuk tidak memeriksakan diri.

Pria 28 Tahun Ini Tak Menyangka Gagal Ginjal Stadium Akhir, Gejala Awalnya Dianggap Sepele

narasiNTB, Preston – Banyak orang mengira gagal ginjal hanya mengintai mereka yang berusia lanjut atau memiliki riwayat penyakit berat. Namun kisah Niven Hopkins menjadi pengingat bahwa penyakit ini bisa menyerang siapa saja, bahkan anak muda yang terlihat sehat dan aktif.

Pria berusia 28 tahun asal Preston, Inggris, itu kini harus menjalani cuci darah selama sembilan jam setiap malam setelah didiagnosis mengalami gagal ginjal stadium akhir. Yang mengejutkan, sebelum menerima diagnosis tersebut, Niven merasa dirinya baik-baik saja.

Semua bermula pada Juni 2024 ketika ia merasakan nyeri hebat di bagian kaki. Awalnya, ia mengira hanya mengalami cedera biasa atau patah tulang jari kaki. Namun kondisi tersebut justru menjadi pintu masuk terungkapnya masalah kesehatan yang jauh lebih serius.

Setelah menjalani pemeriksaan darah, Niven menerima telepon dari rumah sakit pada pukul 04.00 dini hari yang memintanya segera datang karena hasil tes menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan.

"Aku tidak merasa sakit, selain kakiku, aku merasa baik-baik saja," ungkap Niven, dikutip dari Newsweek.

Serangkaian pemeriksaan lanjutan, termasuk biopsi dan tes genetik, akhirnya mengungkap fakta bahwa ia mengidap penyakit ginjal kronis yang dipicu oleh kelainan genetik langka. Riwayat penyakit tersebut ternyata juga pernah dialami ibunya yang harus menjalani transplantasi ginjal sebanyak dua kali.

Kini, dua tahun setelah diagnosis pertama, fungsi ginjal Niven tersisa sekitar 9 persen. Kondisinya telah berkembang menjadi gagal ginjal stadium 5 atau stadium akhir, sehingga ia harus bergantung pada mesin dialisis setiap hari sambil menunggu peluang mendapatkan donor ginjal yang cocok.

Gejala yang Diabaikan

Yang membuat kisah ini semakin menyentuh adalah fakta bahwa tubuh Niven sebenarnya telah memberikan sejumlah tanda peringatan jauh sebelum diagnosis ditegakkan. Sayangnya, ia menganggap gejala-gejala tersebut sebagai hal biasa.

Beberapa gejala yang sempat ia abaikan antara lain:

• Kelelahan berlebihan meski tidak melakukan aktivitas berat.

• Urine berbusa yang muncul secara berulang.

• Nyeri punggung yang dianggap sebagai cedera otot akibat olahraga.

• Sulit berkonsentrasi atau mengalami brain fog.

Menurut Niven, masing-masing gejala terlihat sepele jika berdiri sendiri. Namun jika dilihat secara keseluruhan, semuanya merupakan sinyal bahwa tubuh sedang mengalami masalah serius.

"Secara terpisah semua gejala itu tampak kecil. Namun bersama-sama, mereka menceritakan kisah yang lebih besar," ujarnya.

Penyakit Ginjal Sering Datang Diam-Diam

Berdasarkan data National Health Service (NHS) Inggris, penyakit ginjal kronis sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Banyak kasus baru terdeteksi setelah pasien menjalani pemeriksaan darah atau urine untuk keperluan medis lainnya.

Adapun gejala yang perlu diwaspadai meliputi:

- Kelelahan berkepanjangan.
- Pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, atau tangan.
- Sesak napas.
- Mual dan muntah.
- Penurunan konsentrasi.
- Darah dalam urine.
- Perubahan pola buang air kecil.

Kisah Niven menjadi pengingat bahwa merasa sehat bukan berarti bebas dari penyakit. Pemeriksaan kesehatan rutin dan kepekaan terhadap perubahan kecil pada tubuh dapat menjadi langkah penting untuk mendeteksi penyakit lebih dini sebelum terlambat.

Rupiah Anjlok ke Rp18.000 per Dolar AS, Apa Pengaruhnya Bagi Masyarakat?

narasiNTB, Jakarta – Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan setelah menembus level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS), sebuah titik yang menandai rekor terlemah sepanjang sejarah.

Kondisi ini bukan sekadar angka di layar perdagangan. Di balik pelemahan rupiah, terdapat sejumlah konsekuensi yang berpotensi dirasakan langsung oleh masyarakat, mulai dari kenaikan biaya impor, tekanan terhadap harga barang, hingga tantangan bagi dunia usaha yang masih bergantung pada bahan baku dari luar negeri.

Bank Indonesia memastikan akan terus melakukan langkah-langkah stabilisasi guna menjaga nilai tukar rupiah dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Namun demikian, pelemahan yang terjadi memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas respons kebijakan di tengah dinamika ekonomi global yang semakin kompleks.

Secara teori, rupiah yang melemah dapat memberikan keuntungan bagi sektor ekspor karena produk Indonesia menjadi lebih kompetitif di pasar internasional. Namun manfaat tersebut tidak selalu dirasakan secara merata, terutama bagi industri yang masih memiliki ketergantungan tinggi terhadap impor.

Di sisi lain, pelemahan rupiah juga menjadi ujian terhadap daya tahan ekonomi domestik. Ketika nilai tukar terus berada di bawah tekanan, stabilitas harga, kepercayaan investor, serta daya beli masyarakat menjadi faktor yang perlu mendapat perhatian serius.

Pemerintah dan otoritas moneter tentu memiliki berbagai instrumen untuk menjaga stabilitas ekonomi. Namun publik juga berhak mengetahui sejauh mana langkah-langkah tersebut mampu memberikan kepastian dan meredam kekhawatiran pasar.

Pada akhirnya, yang menjadi perhatian bukan hanya seberapa jauh rupiah melemah, melainkan bagaimana negara mampu menjaga kepercayaan, stabilitas, dan ketahanan ekonomi di tengah situasi yang penuh ketidakpastian.

Karena bagi masyarakat, indikator ekonomi yang paling penting bukanlah angka kurs semata, melainkan apakah kebutuhan hidup tetap terjangkau dan kesempatan ekonomi tetap tersedia.

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pemerintah Bilang Terus Evaluasi: Publik Menunggu Aksi, Bukan Sekadar Evaluasi

narasiNTB, Jakarta – Nilai tukar rupiah kembali mencatat sejarah yang tidak ingin dikenang. Untuk pertama kalinya, mata uang Indonesia menembus level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS), menjadikannya salah satu titik terlemah sepanjang sejarah.

Di tengah kekhawatiran pelaku usaha dan masyarakat, pemerintah memastikan Presiden Prabowo Subianto terus melakukan evaluasi terhadap kondisi ekonomi yang berkembang.

"Presiden evaluasi terus. Pasti Presiden evaluasi terus," kata Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Muhammad Qodari, Jumat (5/6/2026).

Namun saat ditanya langkah konkret apa yang akan diambil pemerintah untuk meredam tekanan terhadap rupiah, Qodari memilih menyerahkan penjelasan kepada Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia.

Rupiah Terpuruk, Publik Mulai Bertanya

Berdasarkan data pasar, rupiah sempat menyentuh level Rp18.015 per dolar AS dan bahkan menembus Rp18.022 per dolar AS pada perdagangan Kamis malam.

Angka tersebut bukan sekadar statistik ekonomi. Bagi masyarakat, pelemahan rupiah berpotensi berdampak langsung pada harga barang impor, biaya produksi, inflasi, hingga daya beli.

Di tengah kondisi tersebut, publik mulai mempertanyakan apakah pelemahan rupiah ini semata-mata dipengaruhi faktor global, atau ada persoalan domestik yang belum terselesaikan.

Sebab dalam setiap krisis nilai tukar, yang paling merasakan dampaknya bukan para pejabat di ruang rapat, melainkan masyarakat yang harus menghadapi kenaikan harga kebutuhan hidup.

Evaluasi Saja Tidak Cukup

Pernyataan bahwa pemerintah terus melakukan evaluasi sebenarnya bukan hal baru. Hampir setiap kali muncul gejolak ekonomi, kata "evaluasi" selalu menjadi respons pertama yang disampaikan kepada publik.

Namun persoalannya, pasar tidak bergerak karena kata-kata. Pasar bergerak karena kepercayaan.

Ketika rupiah terus melemah, investor dan pelaku usaha tentu ingin melihat langkah nyata yang mampu memberikan kepastian, bukan sekadar pernyataan normatif bahwa situasi sedang dievaluasi.

Karena itu, muncul pertanyaan yang mulai ramai diperbincangkan: apakah pemerintah masih menganggap pelemahan rupiah ini sebagai gejala sementara, atau justru sinyal bahwa ada masalah yang lebih serius?

Isu Reshuffle Mulai Menguat

Menariknya, di tengah pelemahan rupiah, isu perombakan kabinet kembali mengemuka.

Saat ditanya soal kemungkinan reshuffle, Qodari tidak membantah ataupun mengonfirmasi.

"Itu hak prerogatif Presiden," ujarnya singkat.

Pernyataan tersebut memicu berbagai spekulasi politik. Tidak sedikit yang menilai kondisi ekonomi saat ini akan menjadi salah satu indikator penting dalam evaluasi kinerja para menteri ekonomi.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada sinyal resmi dari Istana terkait kemungkinan pergantian menteri.

Alarm yang Tidak Boleh Diabaikan

Melemahnya rupiah hingga menembus Rp18.000 per dolar AS bukan sekadar persoalan kurs semata.

Bagi sebagian ekonom, kondisi ini merupakan alarm yang harus ditanggapi secara serius karena menyangkut stabilitas ekonomi nasional, kepercayaan pasar, dan daya tahan masyarakat menghadapi tekanan ekonomi.

Pemerintah boleh mengatakan situasi sedang dievaluasi. Namun bagi publik, pertanyaan yang lebih penting adalah kapan hasil evaluasi itu diterjemahkan menjadi kebijakan yang benar-benar mampu mengembalikan kepercayaan terhadap rupiah.

Karena dalam ekonomi, kepercayaan bisa dibangun bertahun-tahun. Tetapi bisa hilang hanya dalam hitungan hari.

OTT Imigrasi Jadi Tamparan Keras Indonesia, DPR: Jangan Isi Jabatan Strategis dengan Orang yang Minim Integritas

narasiNTB, Jakarta – Kasus dugaan korupsi yang menyeret jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) dinilai bukan sekadar persoalan hukum biasa. Lebih dari itu, kasus ini dianggap sebagai tamparan keras bagi citra Indonesia di mata dunia internasional.

Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, , menegaskan bahwa praktik korupsi di sektor keimigrasian berpotensi merusak kepercayaan investor, wisatawan, hingga warga negara asing yang ingin tinggal dan berusaha di Indonesia.

"Kasus ini telah mencoreng wajah Indonesia di mata dunia karena berkaitan langsung dengan tata kelola investasi, kepercayaan internasional, dan kredibilitas birokrasi negara," tegas Andreas, Jumat (5/6/2026).

Pernyataan itu muncul menyusul Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK di lingkungan Imigrasi Jakarta Barat terkait dugaan pemerasan dan gratifikasi dalam pengurusan dokumen keimigrasian bagi warga negara asing.

Kasus tersebut bahkan menyeret nama Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, , bersama sejumlah pihak lainnya yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Bukan Sekadar Suap, Tapi Ancaman bagi Sistem Negara

Menurut Andreas, persoalan ini jauh lebih serius dibanding sekadar praktik suap biasa.

Imigrasi merupakan pintu gerbang negara yang berhubungan langsung dengan investor asing, tenaga kerja asing, wisatawan, hingga ekspatriat yang tinggal di Indonesia.

Jika izin tinggal dapat diperjualbelikan melalui jalur belakang, maka bukan hanya hukum yang dirusak, tetapi juga keamanan nasional dan kredibilitas negara.

"Bagaimana praktik seperti ini bisa terjadi di sektor yang seharusnya menjadi garda terdepan pengawasan lalu lintas orang asing di Indonesia?" ujarnya.

Pertanyaan itu menjadi sorotan penting. Sebab selama ini pemerintah terus berbicara soal investasi, kemudahan berusaha, dan daya saing global. Namun di saat yang sama, dugaan jual beli layanan negara justru terjadi di institusi yang menjadi wajah pertama Indonesia bagi dunia luar.

Alarm Keras Reformasi Birokrasi

Andreas menilai kasus ini harus menjadi momentum evaluasi besar-besaran terhadap tata kelola keimigrasian nasional.

Menurutnya, pemberantasan korupsi tidak boleh hanya berhenti pada penangkapan pelaku. Yang lebih penting adalah memastikan sistem yang melahirkan praktik tersebut ikut dibenahi.

"Keberhasilan pemberantasan korupsi bukan hanya diukur dari banyaknya OTT, tetapi dari kemampuan negara mencegah praktik serupa terulang kembali," tegasnya.

Ia mendorong percepatan digitalisasi layanan KITAS dan KITAP, memperketat pengawasan terhadap pihak ketiga atau broker pengurusan izin, hingga memperkuat sistem audit berbasis teknologi.

Jangan Salah Menempatkan Orang

Dalam pernyataannya, Andreas juga menyinggung pentingnya kualitas sumber daya manusia di lingkungan imigrasi.

Menurutnya, lembaga strategis seperti imigrasi tidak boleh diisi hanya berdasarkan kedekatan, kompromi politik, atau pertimbangan nonprofesional lainnya.

Imigrasi harus diisi oleh orang-orang yang memahami bidang keimigrasian, memiliki kapasitas memadai, sekaligus mempunyai integritas yang kuat.

"Yang lebih penting lagi adalah individu yang berintegritas dan memiliki dedikasi tinggi dalam pelayanan publik," katanya.

Korupsi yang Terus Berulang

Kasus di Imigrasi Jakarta Barat kembali memperlihatkan persoalan klasik birokrasi Indonesia. Modusnya boleh berbeda, pelakunya berganti, tetapi pola yang muncul hampir selalu sama: kewenangan yang diperjualbelikan.

Di tengah upaya Indonesia menarik investasi global dan memperkuat posisinya sebagai kekuatan ekonomi kawasan, praktik semacam ini menjadi kontradiksi yang sulit diabaikan.

Karena pada akhirnya, investor tidak hanya melihat kemudahan regulasi. Mereka juga melihat apakah birokrasi sebuah negara benar-benar bersih atau justru masih bisa dibuka dengan amplop dan jalur belakang.

Kasus ini pun menjadi pengingat bahwa reformasi birokrasi belum selesai. Sebab selama ruang korupsi masih terbuka, pelayanan publik akan selalu berada di persimpangan antara melayani negara atau melayani kepentingan pribadi.

OTT Lagi, Bupati Muara Enim Diciduk KPK: Korupsi Daerah Belum Juga Sembuh?

narasiNTB, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini, giliran Bupati Muara Enim, Edison, yang diamankan dalam operasi yang dilakukan pada Senin (8/6/2026).

Penangkapan tersebut diduga berkaitan dengan penerimaan suap dari pihak swasta yang berhubungan dengan proyek pengadaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan adanya operasi tersebut.

"Terkait dugaan penerimaan oleh penyelenggara negara dari pihak swasta," ujarnya.

Menurut KPK, total ada 10 orang yang diamankan dalam operasi tersebut. Lima orang berasal dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim, termasuk Bupati Edison, sementara lima orang lainnya berasal dari pihak swasta.

Hingga kini, identitas lengkap pihak-pihak yang diamankan belum diungkap. Penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif sebelum menentukan status hukum masing-masing pihak.

Korupsi yang Seolah Tak Pernah Kehabisan Pelaku

Penangkapan ini kembali memperlihatkan ironi yang terus berulang dalam tata kelola pemerintahan daerah di Indonesia.

Di tengah berbagai kampanye transparansi, digitalisasi pelayanan, hingga jargon pemerintahan bersih, praktik suap dalam proyek pengadaan masih terus ditemukan dari satu daerah ke daerah lainnya.

Padahal, kasus-kasus serupa bukanlah cerita baru. Hampir setiap tahun publik disuguhi kabar kepala daerah yang terjerat operasi tangkap tangan karena dugaan jual beli proyek, fee pengadaan, hingga permainan anggaran.

Pertanyaannya, apakah para pejabat tidak belajar dari panjangnya daftar kepala daerah yang berakhir di ruang tahanan?

Atau justru korupsi telah dianggap sebagai risiko jabatan yang biasa diperhitungkan sejak awal?

Pengadaan, Lubang Lama yang Terus Menelan Korban

Jika benar kasus ini berkaitan dengan proyek pengadaan, maka publik kembali diingatkan bahwa sektor tersebut masih menjadi salah satu titik paling rawan dalam praktik korupsi.

Mulai dari pengaturan pemenang tender, fee proyek, mark up anggaran hingga kedekatan antara penguasa dan kontraktor kerap menjadi pintu masuk penyimpangan.

Padahal setiap rupiah yang dikorupsi dari proyek pemerintah sejatinya adalah uang masyarakat yang seharusnya kembali dalam bentuk jalan, sekolah, layanan kesehatan, hingga pembangunan yang bermanfaat bagi publik.

Menunggu Status Hukum

Saat ini seluruh pihak yang diamankan masih berstatus terperiksa. KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan apakah perkara tersebut akan ditingkatkan ke tahap penyidikan dan menetapkan tersangka.

Publik kini menunggu apakah OTT ini akan mengungkap praktik yang lebih besar di balik proyek-proyek pengadaan di Kabupaten Muara Enim, atau hanya berhenti pada aktor-aktor yang tertangkap tangan.

Satu hal yang pasti, setiap OTT kembali menjadi pengingat bahwa korupsi di daerah belum benar-benar sembuh. Ia hanya berganti tempat, berganti pelaku, dan menunggu giliran untuk kembali terbongkar.

Trump Klaim Iran dan Israel Menuju Gencatan Senjata, Tapi Rudal Masih Berterbangan

narasiNTB, Washington – Di tengah memanasnya kembali konflik Timur Tengah, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa Iran dan Israel saat ini sedang mengupayakan gencatan senjata. Namun ironisnya, pernyataan tersebut muncul justru saat kedua negara kembali saling melancarkan serangan.

"Kedua belah pihak, Israel dan Iran, sedang berupaya melakukan gencatan senjata segera," kata Trump, Senin (8/6/2026).

Trump menyebut proses negosiasi menuju perdamaian sedang berlangsung. Ia bahkan mengingatkan kedua negara agar tidak membiarkan konflik semakin meluas akibat keputusan yang dinilai emosional dan tidak rasional.

"Negosiasi akhir mengenai perdamaian sedang berlangsung, asalkan tidak terhalang oleh ketidaktahuan atau kebodohan," tegasnya.

Gencatan Senjata Belum Benar-Benar Terjadi

Pernyataan Trump datang hanya beberapa jam setelah Iran meluncurkan rentetan rudal ke wilayah Israel pada Minggu malam hingga Senin dini hari.

Serangan tersebut langsung dibalas oleh militer Israel dengan menggempur sejumlah lokasi militer di Iran.

Eskalasi terbaru ini menjadi yang pertama sejak gencatan senjata yang disepakati pada April lalu. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan besar mengenai efektivitas kesepakatan damai yang sebelumnya diumumkan kedua pihak.

Banyak pengamat menilai situasi saat ini menunjukkan bahwa perdamaian di Timur Tengah masih sangat rapuh dan bisa runtuh sewaktu-waktu.

Iran: Kami Tidak Tinggalkan Meja Perundingan

Di tengah serangan yang masih berlangsung, Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menegaskan bahwa negaranya tetap membuka ruang diplomasi.

Menurutnya, Iran tidak pernah meninggalkan jalur perundingan meskipun tetap mempertahankan hak untuk membela diri dari setiap ancaman.

"Diplomasi dan pertahanan adalah dua sayap kekuatan nasional. Kami tidak meninggalkan medan perang maupun meja perundingan," ujarnya.

Meski demikian, Pezeshkian juga menegaskan bahwa Iran tidak akan mundur apabila menghadapi ancaman dari pihak mana pun.

Ancam Serangan Lebih Besar

Sementara itu, Komando Militer Khatam al-Anbiya mengumumkan penghentian sementara operasi terhadap Israel.

Namun pernyataan tersebut disertai ancaman keras. Iran memperingatkan bahwa apabila serangan Israel terus berlanjut, termasuk terhadap kelompok sekutunya di Lebanon Selatan, maka respons berikutnya akan jauh lebih besar.

"Jika tindakan agresi terus berlanjut, langkah yang jauh lebih keras dan menghancurkan akan menyusul," demikian pernyataan militer Iran.

Perdamaian atau Sekadar Jeda Konflik?

Meski Trump optimistis gencatan senjata segera tercapai, fakta di lapangan menunjukkan rudal masih diluncurkan dan ancaman balasan terus disampaikan kedua pihak.

Kondisi ini membuat banyak pihak mempertanyakan apakah Timur Tengah benar-benar sedang menuju perdamaian, atau hanya memasuki jeda singkat sebelum babak konflik berikutnya kembali pecah.

Satu hal yang pasti, setiap eskalasi antara Iran dan Israel tidak hanya berdampak pada kawasan Timur Tengah, tetapi juga berpotensi mengguncang stabilitas ekonomi dan keamanan dunia.

Gempa M 7,8 Guncang Filipina, 32 Tewas dan Ratusan Terluka, Tsunami Sempat Ancam Kawasan Asia Pasifik

narasiNTB, Filipina – Korban jiwa akibat gempa bumi dahsyat yang mengguncang wilayah Mindanao, Filipina Selatan, terus bertambah. Hingga Senin (8/6/2026), sedikitnya 32 orang dilaporkan meninggal dunia dan lebih dari 100 lainnya mengalami luka-luka.

Dari jumlah korban tewas tersebut, sedikitnya 13 orang meninggal akibat tertimbun longsor yang dipicu guncangan kuat di kawasan pesisir Glan, Provinsi Sarangani.

Gempa berkekuatan Magnitudo 7,8 itu terjadi pada Senin pagi sekitar pukul 07.37 waktu setempat dan berpusat di dekat General Santos City, kota berpenduduk lebih dari 700 ribu jiwa di ujung selatan Filipina.

Berdasarkan data Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa ini menjadi yang terkuat yang mengguncang Filipina sejak tahun 1976 sekaligus tercatat sebagai gempa terbesar di dunia sepanjang tahun 2026.

Gedung Runtuh dan Bandara Ditutup

Dampak gempa tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga menyebabkan kerusakan infrastruktur di sejumlah wilayah.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan sebuah pusat perbelanjaan di General Santos City ambruk menjadi puing-puing. Sejumlah bangunan lain, termasuk gedung sekolah, juga dilaporkan roboh akibat kuatnya getaran.

Aktivitas di Bandara General Santos turut dihentikan sementara guna memastikan keselamatan penerbangan dan melakukan pemeriksaan terhadap fasilitas bandara.

Tsunami Sempat Ancam Sejumlah Negara

Tak lama setelah gempa terjadi, otoritas mengeluarkan peringatan tsunami untuk sejumlah negara di kawasan Asia Pasifik, termasuk Filipina, Malaysia, Indonesia, Jepang, hingga Guam.

Meski sebagian besar peringatan telah dicabut pada sore hari, kepanikan sempat melanda warga pesisir yang berbondong-bondong mencari tempat lebih tinggi untuk menghindari potensi gelombang tsunami.

Presiden Filipina Minta Warga Segera Mengungsi

Menyikapi situasi darurat tersebut, Presiden Filipina Ferdinand Marcos memerintahkan penghentian sementara kegiatan belajar mengajar di seluruh Pulau Mindanao.

Ia juga mengeluarkan peringatan keras kepada warga yang tinggal di kawasan pesisir agar tidak menunda proses evakuasi.

"Jangan menunggu. Nyawa Anda lebih penting daripada apa pun yang tertinggal," tegas Marcos dalam pernyataan daruratnya.

Ancaman Gempa di Kawasan Cincin Api

Filipina merupakan salah satu negara yang berada di jalur Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik, kawasan yang dikenal memiliki aktivitas tektonik dan vulkanik sangat tinggi.

Karena itu, gempa bumi besar dan tsunami menjadi ancaman yang terus membayangi negara kepulauan tersebut.

Hingga berita ini ditulis, proses pencarian dan evakuasi korban masih terus berlangsung. Otoritas setempat memperkirakan jumlah korban masih berpotensi bertambah seiring banyaknya laporan kerusakan dan warga yang belum ditemukan.